Minggu, 17 Juli 2011

Wiranto:Negara Adil Sejahtera,Terorisme Berkurang

JAKARTA,Bukan perang mati-matian untuk memberantas terorisme di muka bumi ini. Jika negara sejahtera, maka terorisme
akan berkurang dengan sendirinya. Itulah pendapat Ketua Umum
Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Wiranto soal terorisme. "Menurut saya kalau kesejahteraan dan keadilan sudah dapat
dibangun di negeri ini, itu akan berkurang terorisme dengan
sendirinya," kata Wiranto di sela-sela perayaan milad ke-13 Partai
Bulan Bintang (PBB) di Kantor DPP PBB, Jl Raya Pasar Minggu,
Jakarta Selatan, Sabtu (17/7/2011). Dia menambahkan, masalah bom dan terorisme tidak bisa dilepaskan
dari kondisi rakyat sekarang ini. Selama masyarakat diperlakukan tidak adil dan manusia tidak dimanusiakan, akan terjadi konflik batin dalam diri mereka. "Akan terjadi suatu kenekatan-kenekatan yang membuahkan suatu tindakan yang disebut terorisme.
Jadi terorisme itu tidak bisa secara fisik diselesaikan, tetapi hak manusia, terutama manusia Indonesia
itu dimanusiakan, dipenuhi," tutur mantan Panglima ABRI ini. Dia enggan mengomentari kasus Pondok Umar bin Khattab, Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). "Itu
tanya saja pada intelijen," ucap dia sambil berlalu. Sebelumnya saat polisi menyisir ke Pondok Umar bin Khattab, ditemukan 150 batang anak panah
ukuran pendek, 165 anak panah ukuran panjang, 42 ketapel anak panah, 50 batang paku panjang, 50
paku pendek, 50 rangkaian paku yang sudah dirakit, 10 bilah pedang, 9 bilah belati pisau, 1 celurit, 1
kapak, 1 senjata senapan angin, 25 botol bom molotov, 1 jerigen ukuran 10 liter berisi air raksa, 182
buku majalah agama tentang jihad, 3 batang tombak, dan barang lainnya. Di dalam salah satu ruangan di pondok tersebut, polisi menemukan sketsa denah rencana
pengeboman Polsek Mada Pangga, Bima. Terkait kasus ini, polisi sudah menetapkan 7 tersangka.detikcom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar