Minggu, 17 Juli 2011

Media Murdoch Kembali Minta Maaf

LONDON,Kelompok media milik Rupert Murdoch di Inggris, News International, memasang iklan permohonan maaf di
koran-koran Inggris. Iklan ini tak lama setelah Rupert Murdoch
memasang iklan berjudul "We are sorry." Iklan terbaru itu berjudul "Putting right what's gone wrong." Di
dalamnya tertulis bahwa kewajiban perusahaan termasuk
"bekerjasama penuh dengan polisi" dan memberikan "kompensasi
untuk mereka yang terkena dampak." Perusahaan itu juga
"berkomitmen untuk berubah." Dalam kaitannya dengan penyelidikan polisi, tertulis: "Tidak ada alasan dan harus tidak ada tempat
untuk bersembunyi. Kami tidak akan mentolerir kesalahan dan akan bertindak berdasarkan bukti."
Demikian dilaporkan The Sydney Morning Herald (SMH), Minggu (17/7/2011). Iklan itu juga berbunyi, "Mohon maaf atas kesalahan kami dan memperbaiki (kesalahan-kesalahan)
itu hanyalah langkah pertama kami. Ini mungkin memerlukan beberapa waktu bagi kami untuk
membangun kembali kepercayaan dan keyakinan, tapi kami bertekad untuk hidup sesuai dengan
harapan para pembaca, kolega dan mitra kami. Kami tidak akan berhenti sampai masalah ini tuntas. " Kerajaan media Murdoch mendapat tekanan setelah keluarga Milly Dowler, seorang anak perempuan
yang tewas dibunuh namun teleponya disadap oleh News of The World (NOTW) sehingga sempat
dianggap masih hidup oleh keluarganya, terungkap. Mingguan NOTW juga diperkirakan menyadap telepon milik para korban serangan bom di London, Juli
2005. Belakangan diketahui tabloid beroplah 2,8 juta berusia 168 tahun itu kerap melakukan penyadapan
terhadap sejumlah tokoh untuk keperluan pemberitaan. News of the World telah berhenti terbit
pekan lalu dengan edisi terakhir berjudul "Sorry and good bye". Tetapi kasusnya terus berjalan. Selain di Inggris, penyadapan telepon diduga juga terjadi di AS. Saat ini FBI tengah menyelidiki
dugaan itu. Skandal ini disebut-sebut merupakan terburuk di sepanjang sejarah media massa. Murdoch adalah raja media asal Australia yang kini menjadi warga negara AS. Dia berkibar dengan
bendera News Corp. Media yang dimilikinya antara lain The Sun, The Daily Telegraph, Fox
Broadcasting Company dan The Wall Street Journal.detikcom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar