Minggu, 26 Juni 2011

Keluarga Penumpang Bus ALS Datangi Pool Medan


MEDAN, Kecelakaan bus di Aek Latong, Sumatera Utara (Sumut) membuat puluhan orang dari berbagai daerah mendatangi kantor pool bus PT ALS di Jl Sisingamangaraja, Medan, Minggu
(26/6/2011). Mereka ingin memperoleh informasi tentang keluarganya yang ikut menumpang bus
tersebut. Hilda Sari, merupakan salah seorang keluarga penumpang yang datang. Dengan panik warga Desa
Bandar Setia, Kabupaten Deli Serdang ini bertanya tentang nasib ibunya, Risnawati, kepada petugas
tiket yang bertugas. Tapi dia tidak mendapat jawaban memuaskan karena petugas loket mengaku
tidak tahu apa-apa. Hilda kemudian bertanya kepada pihak manajemen PT ALS tentang informasi nama-nama korban
tewas dalam kecelakaan, namun tak kunjung didapatkan. Akibatnya, Hilda emosi karena merasa
pihak PT ALS tidak peduli dengan kecemasan keluarga penumpang. "Keluarga dapat kabar ibu saya salah seorang yang tewas, tapi saat ditanya siapa nama-nama korban
yang tewas, orang di sini tidak peduli," kata Hilda. Tidak hanya Hilda, belasan keluarga penumpang yang lain juga tidak mendapatkan kepastian nasib
keluarganya. Dengan kecewa, mereka hanya bisa menitipkan nomor telepon kepada pihak
manajemen PT ALS untuk dihubungi jika ada kabar terbaru terkait kecelakaan. Menurut Hilda, dia terpaksa datang ke pool bus tersebut karena tidak bisa mengakses informasi dari
pihak yang lain. Dia khawatir ibunya menjadi salah satu korban, sebab sebelum bus yang mengalami
kecelakaan ibunya sempat berkomunikasi dengan kelurga pada Minggu dinihari. Dalam pembicaraan
itu, Risnawati menyatakan bus berulangkali mengalami kerusakan dalam perjalanan menuju
Bengkulu. "Di jalan saja sudah berapa kali rusak. Kata ibu saya, supir tetap memaksakan bus untuk jalan," sebut
Hilda. Humas kantor PT ALS, Alwi Matondang, membantah jika pihaknya mengoperasikan armada yang
tidak layak jalan. "Semua bus yang diberangkatkan masih layak jalan," kata Matondang. Bus PT Antar Lintas Sumatera (ALS) jatuh ke telaga di Desa Aek Latong, Kecamatan Sipirok, Kabupaten
Tapanuli Selatan, sekitar 312 kilometer dari Medan, karena tidak sanggup mendaki tanjakan. Jalan
yang yang rusak parah dan licin membuat bus mundur saat menanjak dan masuk ke telaga yang ada
di bawah. Belasan penumpang, terutama perempuan dan anak-anak tewas dalam kejadian ini. Hingga
Minggu malam, setidaknya sudah ada 16 korban tewas yang berhasil dievakuasi dan masih ada
beberapa korban tewas lainnya yang belum ditemukan.detikcom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar