JAKARTA,Tidak semua pilot Garuda Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Pilot Garuda (APG) akan mogok massal
pada 28 Juli karena menuntut kesetaraan gaji dengan pilot asing.
Beberapa pilot masih akan menerbangkan penumpang seperti
biasanya. "Kami mewakili pribadi dan pilot yang masih peduli penerbangan.
Kami tidak akan mogok kerja dan tetap melaksanakan tugas
terbang untuk melayani penumpang sebagaimana biasanya," ujar
anggota APG Manotar Napitupulu. Manotar mengatakan itu dalam jumpa pers di Restoran Penang
Bistro, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (26/7/2011). Dalam acara
itu hadir 4 pilot senior lainnya antara lain Kapten Boeing 747 Robert Moningka, dan pilot Rosihan Makmur. Menurut Manotar, hingga saat ini tidak ada alasan yang cukup kuat atas imbauan pengurus APG
untuk melakukan mogok kerja, sehingga banyak anggota yang tidak mengetahui alasan mogok
kerja yang sebenarnya. "Oleh karena itu kami berpendapat pengurus APG tidak berhak mengatasnamakan seluruh penerbang
Garuda Indonesia," kata mantan presiden APG ini. Manotar menerangkan, adanya pilot asing di Garuda karena kebutuhan pilot dalam negeri belum
mencukupi. Sehingga dipakai pilot asing untuk sementara. Manotar mengimbau, agar setiap permasalahan yang timbul untuk dicarikan solusinya bersama-sama
dan bukan memaksakan kehendak kelompok. Apalagi permasalahan itu dipolitisir untuk tujuan-
tujuan tertentu. "Kami berkomitmen untuk bekerja profesional dengan tetap mengutamakan keselamatan
penerbangan dan kenyamanan penumpang," tutur Manotar. Pekan lalu, Presiden APG Kapten Stephanus mengatakan pada 28 Juli mendatang, seluruh pilot Garuda
yang berjumlah 800 orang akan melakukan mogok terbang. Mogok terbang dilakukan 28 Juli mulai
pukul 00.00 WIB hingga 23.59 WIB. Tak cuma APG, Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (Ikagi), juga
ikut dalam mogok massal tersebut. Ancaman tersebut akan dilaksanakan jika mediasi tentang perjanjian bekerja sama (PKB), dengan
jajaran direksi Garuda tidak menemukan titik temu. APG menuntut kesetaraan gaji antara pilot asing
dan lokal. Sementara, manajemen Garuda menawarkan para pilot untuk duduk bersama. Kemenhub juga siap
memediasi kedua kubu.detikcom
Tidak ada komentar:
Posting Komentar