Minggu, 17 Juli 2011

Pesangon Murdoch 48 M Bikin Marah Korban Penyadapan

Orangtua Milly Dowler marah terhadap laporan- laporan yang menyebutkan bahwa mantan eksekutif News
International milik Rupert Murdoch, Rebekah Brooks, akan
mendapat pesangon 3,5 juta pounds atau setara Rp 48 miliar setelah
mundur. Brooks mundur hari Jumat, setelah 5 hari penerbitan terakhir tabloid
News of The World (NOTW). Perempuan berambut merah itu berada di bawah tekanan setelah terungkapnya penyadapan pada ponsel Milly Dowler, pelajar perempuan yang tewas terbunuh.
Penyadapan dilakukan oleh detektif yang disewa NOTW sewaktu Brooks menjadi editor di tabloid
beroplah 2,8 juta eksemplar yang telah berusia 168 tahun itu. Pengacara keluarga Dowler, Mark Lewis, mengatakan, "dari perspektif Dowler, sungguh mengherankan
pembayaran sebesar itu diberikan kepada orang yang bukan merupakan korban penyadapan
melainkan orang yang terkait dengan pelaku". Demikian dilansir Daily Mail, Minggu (17/7/2011). Berdasarkan laporan yang belum terkonfirmasi, Brooks adalah satu dari sejumlah eksekutif senior
yang mundur dari perusahaan, yang akan menerima paket pesangon lebih dari 1 juta pounds. Editor NOTW Colin Myler disebut akan menerima pesangon hingga 2 juta pounds. Pengacara senior
Jon Chapman dan Tom Crone mendapat 1,5 juta pounds. Jumlah yang disebutkan itu juga membuat marah staf News of the World, yang tengah menunggu
nasib apakah mereka akan mendapat pesangon yang banyak juga atau ditawari pekerjaan lain.
Sementara itu, terhadap kabar pesangon itu, manajemen News International berkomentar,"Kabar itu
sepenuhnya salah." Rupert Murdoch, yang menemui keluarga Dowler untuk meminta maaf pada hari Jumat, akan muncul
hari Selasa nanti di depan parlemen Inggris bersama anaknya, James (38) dan Brooks (43). James
sepertinya akan mendapat pertanyaan sengit karena menyetujui penyelesaian di luar pengadilan
terhadap para korban penyadapan telepon.detikcom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar