Selasa, 26 Juli 2011

Ade Raharja Pernah Diteror Nazaruddin

JAKARTA,Muhammad Nazaruddin Ternyata Pernah melakukan teror terhadap deputi penindakan KPK Ade Raharja terkit kasus suap wisma atlet.teror tersebut melalui sambungan telepon.tiba-tiba mencuat kasus ini saya tidak pernah hubungan lagi setelah kasus Sesmenpora mencuat. Pada kasus ini sembilan kali
telpon saya tapi nggak terima, lalu muncullah ancaman-ancaman,"
papar Ade dalam perbincangan via telepon kepada wartawan,
Selasa (26/7/2011). Ancaman-ancaman Nazar itu, lanjut Ade, dilakukan dengan
menyatakan dirinya mengetahui rekaman Ade dengan Ari Muladi yang sempat mencuat pada kasus kriminalisasi Bibit dan Chandra. "Ya bahwa dia mengaku-ngaku tahu perbuatan saya. Padahal kan kasusnya bukan di kita," tutur
Ade. Sebelumnya, Ade Rahardja mengakui dirinya pernah dua kali bertemu dengan Muhammad
Nazaruddin. Ade mengatakan dalam pertemuan tersbeut, Nazaruddin meminta agar sejumlah kasus
yang ditangani di KPK dihentikan. Ade mengkisahkan, pertemuan dengan Muhammad Nazaruddin terjadi pertama kali pada bulan
Januari 2010. Saat itu seusai rapat dengan komisi III, Ade mendapat sms dari Nazar untuk bertemu. Ade pun lantas mengajak jubir KPK Johan Budi untuk bertemu dengan Nazaruddin. Hal tersebut sesuai
dengan ketentuan yang ada di KPK di mana ada staf yang bertemu dengan pihak lain di luar urusan
pribadi, maka disarankan untuk mengajak staf yang lain. Pertemuan dilangsungkan di Restoran Jepang di daerah Casablanca. "Yang deket saja, di Casablanca,
saya yang bayar," ujar Ade dalam perbicangan via telepon dengan wartawan, Selasa (26/7/2011). Dalam pertemuan tersebut, tanpa sepengetahuan Ade sebelumnya, Nazaruddin membicarakan
mengenai kasus di KPK. "Kasus Syafii Ahmad (pengadaan alat kesehatan di Depkes). Saya bilang
nggak bisa, sudah inkrah kan sekarang," papar Ade. Kemudian Ade dan Nazaruddin kembali bertemu di restoran yang sama pada September 2010. Dalam
pertemuan yang kembali dibayari oleh Ade ini, Nazaruddin kembali membicarakan kasus. Saat itu, Ade
ditemani oleh penyidik KPK bernama Roni Samtana. "Dia nyinggung kasus Solar Home System di Depnakertrans. Saya nggak tahu ada kaitan apa dia.
Saya bilang nggak bisa. Saya sudah perintahkan ke penyelidik tetap jalan terus. Sekarang naik ke
penyidikan. Si Timas Ginting tersangkanya, masih dalam penyidikan," papar Ade.detikcom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar