Senin, 27 Juni 2011

PM Jepang di Desak Untuk Mundur Dari Jabatan


TOKYO,Perdana Menteri (PM) Jepang Naoto Kan kian didesak untuk mengundurkan diri. Bahkan survei terbaru
menunjukkan, 60 persen pemilih Jepang menginginkan Kan mundur
pada akhir Agustus mendatang. Survei yang dilakukan harian bisnis Nikkei tersebut menunjukkan,
42 persen warga Jepang menginginkan Kan mundur secepat
mungkin. Angka ini berarti dua kali angka dalam polling sebelumnya
pada Mei lalu. Demikian seperti diberitakan Reuters, Senin (27/6/2011). Sebanyak 18 persen pemilih lainnya mengatakan dia harus mundur pada akhir Agustus, saat
berakhirnya sesi parlemen yang sekarang. PM Kan telah menuai banyak kritikan atas responsnya terhadap krisis nuklir di PLTN Fukushima yang
terjadi menyusul gempa bumi dan tsunami dahsyat pada 11 Maret lalu. Para anggota partainya,
Democratic Party of Japan (DPJ) telah menyerukan pengunduran diri Kan. Bahkan para pejabat eksekutif partai termasuk Menteri Kepala Kabinet Yukio Edano dan Sekjen DPJ
Katsuya Okada sepakat dalam pertemuan pada Minggu, 26 Juni kemarin bahwa Kan harus
mengundurkan diri secepatnya. Karena terus didesak, Kan pun berjanji akan mundur. Namun pemimpin negeri Sakura itu menolak
menyebutkan kapan persisnya dia akan meletakkan jabatannya. Kan merupakan PM Jepang kelima
dalam lima tahun terakhir.detikcom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar