SURABAYA,Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Wiranto, menilai manuver M Nazaruddin yang mengaku
lupa tentang kasus dugaan suap Wisma Atlet SEA Games 2011
Palembang sebagai bentuk kebohongan. Perlu ada penyelesaian
yang melibatkan semua parpol untuk membongkar kasus itu. "Ono (ada) yang jelas-jelas mencuri nggak mau ngomong. Orang
tahu pura pura nggak tahu, kan bohong," ujar Wiranto kepada
wartawan di sela safari ramadan di Surabaya, Minggu (20/8/2011). "Kebohongan ditutup bohong, menjadikan negeri bohong. Mana
bisa mungkin maju?" gugatnya. Ia mengatakan, banyak kasus-kasus yang melanda di negeri ini yang melibatkan oknum parpol dan
belum tuntas. Seperti bailout Bank Century, praktek mafia pajak dengan terdakwa Gayus Tambunan,
semburan lumpur Lapindo dan sekaranh Nazaruddin. "Indikatornya (degradasi akhlak dan moral) seperti korupsi, kebohongan merajelala. Tak hanya
Nazaruddin saja, tapi juga Gayus, Lapindo. Partai lain nggak boleh ngejarno (membiarkan). Ayo
dibongkar untuk berubah menjadi baik," tuturnya.detikcom
Tidak ada komentar:
Posting Komentar