LONDON,Gara-gara skandal penyadapan telepon yang mendera koran News of the World (NOTW), Rebekah Brooks,
direktur News International, perusahaan yang membawahi NOTW,
hari ini mengundurkan diri. Perusahaan induk, News Corp. yang berbasis di New York, AS
mengkonfirmasi pengunduran diri Brooks. News Corp. merupakan
jaringan media yang dimiliki konglomerat media terbesar di dunia
Rupert Murdoch. "Saya bisa konfirmasi bahwa dia telah mengundurkan diri," kata juru bicara News Corp. kepada
kantor berita AFP, Jumat (15/7/2011). Brooks juga telah mengirimkan pesan internal untuk para staf mengenai pengunduran dirinya. Dalam
pesannya itu, wanita tersebut mengungkapkan dirinya merasa sangat bertanggung jawab atas krisis
yang terjadi dan yang telah mengakibatkan ditutupnya tabloid NOTW. "Saya telah menyampaikan pengunduran diri saya kepada Rupert dan James Murdoch," tulis Brooks
dalam pesannya. "Sebagai Chief Executive perusahaan, saya merasakan tanggung jawab mendalam atas orang-orang
yang telah kita lukai dan saya ingin menekankan bagaimana menyesalnya saya atas kejadian yang
sekarang kita tahu," tulisnya. Koran NOTW yang telah berumur 168 tahun ditutup oleh Murdoch beberapa hari lalu dikarenakan
skandal penyadapan telepon. Dugaan penyadapan telepon oleh NOTW sebenarnya telah berlangsung
selama beberapa tahun. Selama ini yang diketahui menjadi korban penyadapan media tersebut adalah
kaum selebritis dan tokoh-tokoh publik lainnya. Namun belum lama ini, skandal tersebut meledak setelah terungkapnya dugaan seorang penyelidik
yang bekerja untuk NOTW telah mendengarkan dan menghapus pesan suara seorang remaja
berumur 13 tahun yang hilang dan kemudian ditemukan tewas. Hal itu menimbulkan kemarahan
pemerintah dan publik Inggris yang menyebut tindakan tersebut telah kelewatan. Apalagi kemudian muncul pula dugaan penyuapan terhadap polisi untuk mendapat informasi. Surat
kabar Evening Standard melaporkan sejumlah wartawan dan pejabat senior NOTW mengeluarkan
lebih dari 100.000 poundsterling (Rp 1,3 miliar) untuk membayar polisi. Kasus ini tengah dalam
penyelidikan.detikcom
Tidak ada komentar:
Posting Komentar