KUALA LUMPUR,Kepala Kepolisian Malaysia Jenderal Polisi Tan Sri Ismail Omar mengingatkan kelompok-kelompok tertentu
untuk menghentikan menghasut rakyat melalui layanan pesan
singkat (SMS), Twitter dan Facebook sebagai pembalasan atas
kegagalan demo besar-besaran yang dilakukan oleh gerakan Bersih
2.0, di Kuala Lumpur kemarin. Dia mengatakan tindakan seperti itu sangat berbahaya dan dapat
menyebabkan kekacauan dan harus segera dihentikan. "Kami mendesak orang untuk berpikir secara bijaksana dan
berpartisipasi dalam menjaga perdamaian nasional. Tanggung jawab
ini tidak terletak dengan polisi saja," katanya seperti dilansir kantor berita Malaysia, Bernama, Minggu (10/7/2011). Ia mengatakan hal ini kepada wartawan usai presentasi Sertifikat Akreditasi untuk Korps Polisi Sarjana
Sukarela di Universitas Teknologi Malaysia (UTM). Ia mengatakan, saat ini polisi telah membebaskan sebanyak 1.667 demonstran. Namun penyelidikan
kasus ini tetap akan terus dilakukan. Kondisi di Kuala Lumpur berangsur normal sejak Sabtu malam. Polisi membongkar barikade dalam aksi
terbesar di Malaysia sejak 2007 itu. Pelaku aksi menyebut ada 50.000 orang turun ke jalan, sementara
polisi menyebut hanya ada 10.000 orang saja. Pemilu di Malaysia akan berlangsung awal 2012. Demonstran meminta perubahan dan menolak jual
beli suara dan rekayasa lainnya seperti pemilu sebelumnya.detikcom
Tidak ada komentar:
Posting Komentar