Sabtu, 09 Juli 2011

Polisi Malaysia:1400 Demonstran Ditangkap

KUALA LUMPUR,Kepolisian Malaysia terus menangkapi para demonstran dari Koalisi untuk Pemilu yang Adil dan Bersih, yang
menuntut dilakukannya reformasi pemilu. Terakhir, polisi
menangkap lebih dari 1.400 demonstran di sejumlah titik di ibukota
Kuala Lumpur. "Dalam perkumpulan ilegal, polisi menahan 1.401 orang dan kami
dalam proses investigasi individu-individu yang ditahan, utamanya
karena perkumpulan ilegal," kata Kepala Kepolisian Malaysia,
Inspektur Jenderal Ismail Omar dalam konferensi pers seperti dikutip AFP, Sabtu (9/7/2011). Polisi, katanya, "Akan melepas dengan jaminan, secepat mungkin." Ismail mengatakan, petugas menangkap para demonstran karena mereka menolak tawaran kami
untuk menggelar demo di tempat yang lebih pas. "Jika mereka menerima tawaran kami (untuk berdemo di luar ibukota-red), ini pasti dapat dicegah,"
ujarnya. Ismail mengatakan, barikade yang didirikan sekitar ibukota Kuala Lumpur, yang telah berubah
menjadi Kota Hantu sejak tengah malam, akan dibongkar jika tidak ada insiden susulan. Seperti diberitakan, para demonstran yang ditangkap juga termasuk para anggota legislatif yang
terkait dengan pemimpin oposisi Anwar Ibrahim. Di antara mereka yang ditangkap adalah Abdul Hadi
Awang, presiden partai Pan-Malaysia Islamic Party (PAS), partai oposisi terbesar di Malaysia. Ambiga
Sreenivasan, pemimpin Bersih, koalisi yang mengorganisir aksi demo tersebut juga telah ditahan
polisi. Aksi demo tersebut dilakukan untuk menuntut reformasi pemilu yang mencakup langkah-langkah
yang akan mencegah para pemilih untuk memilih berulang kali selama pemilu. Organisasi HAM internasional yang berbasis di New York, Amerika Serikat, Human Rights Watch (HRW)
mengecam penangkapan para demonstran tersebut. Warga Malaysia pun memprotes penangkapan tersebut. "Kenapa pemerintah mencoba mengintimidasi
warga?" tanya Mohamad Manij Abdullah, seorang pria berumur 50 tahun yang ikut serta dalam demo
tersebut. "Kami hanya berupaya mereformasi pemilu dan memiliki pemerintahan yang adil dan bebas,"
imbuhnya.detikcom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar