Selasa, 26 Juli 2011

KSAD:Cita-cita Saya Hanya Menjadi Tentara

JAKARTA,Saat naik menjadi KSAD, Jenderal Pramono Edhie yang notabene ipar Presiden SBY disebut-sebut sedang disiapkan
untuk 2014. Namun hal ini ditampik Pramono. Bagi dia, cita-citanya
hanya menjadi tentara. "Datanglah ke akademi militer, di sana saya tulis cita-cita saya. Cita-
cita saya hanya menjadi tentara. Saya baru diangkat beberapa
waktu menjadi KSAD. Saya sangat mendurhakai, menciderai
Angkatan Darat kalau sudah berpikir yang tidak-tidak. Saya hanya ingin mengabdi sebagai Kepala Staf Angkatan Darat, itu saja," kata Pramono Edhie. Berikut ini wawancara wartawan dengan Pramono di Mabes TNI AD, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta,
Selasa (26/7/2011): Bagaimana peran TNI dalam menangani terorisme? Kita ini punya kemampuan yang sifatnya bantuan kepada kepolisian. Di antara lima kemampuan
teritorial itu ada kemampuan misalnya, bisa mendeteksi dini. Terus temu cepat, lapor cepat. Itu salah
satunya, karena kami tentara rakyat, kami juga mempunyai kemudahan untuk berkomunikasi secara
sosial dengan masyarakat. Komunikasi dengan masyarakat dulu, karena kami adalah tentara rakyat
jadi tidak ada kendala. Kemudian, yang kedua kami juga ada kemampuan membangun kekuatan unsur perlawanan rakyat.
Nah, di sinilah yang kita bangun. Unsur apa, unsur perlawanan terhadap radikalisme itu supaya
jangan sampai menyusup. Ini baru yang saya katakan, setelah kita temu cepat dan lapor cepat,
informasikan pada siapa? Kami memberikannya pada kepolisian untuk diolah bersama-sama. Baru
nanti keputusannya bagaimana. Jangan sampai terjadi di NTB, masak ada satu pesantren sampai membuat bom kok tidak terpantau.
Sebetulnya bukan hanya aparat teritorial, TNI-nya, polisinya, pemdanya, masyarakat juga, bahkan
saat polisi mau masuk, santri-santrinya tidak boleh polisi melakukan pemeriksaan. Ini jangan sampai
terjadi. Dari BNPT kemarin menyatakan TNI AD akan memantau ceramah yang bernada radikal, benar itu? Sebenarnya begini lho, memantau, mengawasi, itu bukan hanya tugas TNI. Masyarakat juga harus
ikut mengawasi, apakah suatu kegiatan di suatu tempat terkesan ada provokasi, ada memanaskan
situasi. Masyarakat harus melaporkan sebenarnya. Bukan hanya TNI AD. Karena kalau itu berdampak negatif, itu harus diinformasikan. Kalau tidak anak-anak yang masih
beliau itu dibina oleh orang yang tidak jelas. Nggak boleh ini. Masyarakat punya peran, tokoh
masyarakat punya peran. Bukan hanya TNI. Karena apa, kita punya kesepahaman itu tanggung
jawab kita bersama-sama. Nah ini tanggung jawab bersama. Informasikan kami. Lengkapilah kami.
Kami akan koordinasikan dengan rekan-rekan berbaju cokelat. Apakah benar Anda akan mencalonkan diri sebagai capres 2014 nanti? Ha ha, tidak benar itu. Datanglah ke akademi militer, di sana saya tulis cita-cita saya. Cita-cita saya
hanya menjadi tentara. Saya baru diangkat beberapa waktu menjadi KSAD. Saya sangat
mendurhakai, menciderai Angkatan Darat kalau sudah berpikir yang tidak-tidak. Saya hanya ingin
mengabdi sebagai Kepala Staf Angkatan Darat, itu saja. Karena baru beberapa waktu, memang banyak orang bertanya. Ada yang menggadang-gadang.
Silakan saja, tapi saya harus setia kepada Angkatan Darat. Saya dikenal sebagai bintang empat
karena Angkatan Darat. Saya tidak boleh mencederai perjalanan reformasi. Sudah kita sepakati,
seperti ini saya harus jalani. Pengabdian saya ini kan kalau dihitung hari tinggal berapa. Saya hanya TNI Angkatan Darat, itu
prinsipnya. Apa rencana Anda setelah pensiun? Saya hanya ingin jadi petani saja. TNI AD itu lebih mudah menyesuaikan diri jadi petani. Kalau jadi
pengusaha, kok rasanya jauh sekali. Apa benar TNI ikut memburu Nazaruddin? Angkatan Darat tidak ikut serta mengejar Nazaruddin karena ada bidangnya sendiri, kepolisian dan
kejaksaan. Jadi tidak benar.detikcom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar