TOMOHON,Aktivitas Gunung Lokon, Tomohon, Sulawesi Utara, belum juga menunjukkan tanda-tanda berakhir. Ancaman letusan disertai lontaran material pijar, pasir dan hujan abu tebal terus
mengintai warga sekitar lereng. "Masyarakat diimbau untuk mewaspadai terjadinya awan panas pada alur sungai Pasahapen," kata
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB), Sutopo
Purwo Nugroho, lewat rilis kepada detikcom, Sabtu (16/7/2011). BNPB mencatat, hingga hari ini pukul 18.30 WIB, jumlah pengungsi adalah 4.836 jiwa dan 1325 KK. Para
pengungsi tersebar di 8 titik, yakni SMA Kristen 1 (1402 jiwa), SMA Kristen 2 Tomohon (512 jiwa), SMA
Kristen Binsus (498 jiwa), SMP 1 Tomohon (1037 jiwa), SD GMIM 7 (349 jiwa), Masjid Matani (70 jiwa),
Rudis Sinode GMIM (74 jiwa) dan Taman kota (894 jiwa). Aktivitas gunung Lokon hingga kini masih berstatus awas (level 4). Pada pukul 05.15 wita tadi,
gunung Lokon meletus kembali dengan ketinggian 300 meter dari kawah Tompaluan. Sebelumnya,
pada pukul 02.47 wita, gunung juga meletus dengan ketinggian 800 meter dari kawah Tompaluan. Sutopo mengatakan, pihaknya telah memberikan Dana Tanggap Darurat Rp 300 juta, bantuan logistik
dan peralatan Rp 200 juta untuk para pengungsi, mendirikan Posko Utama Penanggulangan Bencana
di Kota Tomohon, mendirikan tenda-tenda dan pembenahan tempat pemukiman, melaksanakan
pelayanan kesehatan, serta pengerahan mobil dapur umum dan mobil toilet di lokasi pengungsian.detikcom
Tidak ada komentar:
Posting Komentar