Minggu, 17 Juli 2011

DPR Merasa Di Lecehkan Pemerintah

JAKARTA,Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial DPR merasa kecewa dengan pembatalan sepihak yang
dilakukan oleh pemerintah atas rencana rapat kerja lanjutan pembahasan RUU BPJS
yang dijadwalkan Kemarin, Jumat (15/7/2011). Pansus merasa pemerintah sudah melecehkan DPR dengan pembatalan rapat ini
karena alasan akan mengikuti sidang kabinet. "Ini penghinaan terhadap DPR yang artinya penghinaan terhadap seluruh rakyat Indonesia," ujar
anggota Pansus, Rieke Diah Pitaloka, dalam keterangan pers di ruang rapat Komisi IX DPR, Jumat
siang. Politisi PDI-P itu mengatakan, ada sejumlah alasan yang mendasari kekecewaan ini. Menurut dia,
dalam rapat kerja malam, Kamis (14/7/2011), tak ada keberatan dari pemerintah untuk
melanjutkan rapat pada Jumat siang kemarin. Bahkan, Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana
sebagai juru bicara pemerintah sendiri yang meminta rapat diskors dan dilanjutkan besok siang sabtu(16/7). Selain itu, pemberitahuan hanya disampaikan melalui faksimile hanya satu jam sebelum jadwal rapat
kerja pada pukul 14.00 dimulai. Surat itu pun hanya ditandatangani oleh Sekjen Kementerian
Keuangan Mulia P Nasution yang mewakili delapan menteri. "Masa ditandatangai hanya oleh sekjen mengatasnamakan seluruh menteri. Republik ini luar biasa
sekali," katanya. Anggota pansus lainnya dari Fraksi PDI-P, Sri Rahayu, menambahkan, ia sudah jengkel sejak rapat
kerja tadi malam karena pemerintah bersikeras tak mau menyetujui transformasi menyeluruh sesuai dengan usulan DPR. Begitu pembahasan ditunda dan direncanakan rapat selanjutnya untuk mencapai kata sepakat pada
siang ini, pemerintah malah membatalkan secara sepihak. "Faksimile masuk pukul 13.00, itu betul-betul melecehkan pansus. Kalau seperti itu, harus dibicarakan
langkah-langkah kita. Saya bukan menyalahkan pimpinan, begitu ada faksimile, ditunda saja, tanpa
ada langkah-langkah yang harus dilakukan," ungkapnya. Rapat kerja lanjutan pembahasan RUU BPJS yang dijadwalkan Jumat siang batal diselenggarakan menyusul pemberitahuan pemerintah tidak bisa hadir dan minta penjadwalan ulang karena harus
mengikuti sidang kabinet di Kantor Presiden.kompas.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar