JAKARTA,Muhammad Nazaruddin bisa jadi saat ini adalah tokoh yang paling dicari. Bahkan Presiden SBY hari ini baik sebagai
Presiden atau pun sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat
meminta Nazar untuk pulang. Saat semua orang sibuk mencarinya,
ternyata 'Nazaruddin' ada di Istana. Lah! Yang dimaksud Nazaruddin di sini bukan mantan Bendahara Umum
Partai Demokrat itu sebenarnya. Melainkan sebuah foto yang
ditempel di koridor yang menuju Kantor Presiden. Foto Nazar
nyempil di antara para pimpinan fraksi dan pimpinan lembaga
negara yang sedang melakukan rapat konsultasi tahunan dengan
Presiden SBY di Istana Negara. Dalam foto tersebut, seperti pantauan detikcom, Jumat (22/7/2011)
tampak Nazaruddin mengenakan jas warna hitam. Dia tampak
melirik Presiden SBY dan Ketua DPR Marzuki Alie yang sedang
menggelar jumpa pers. Nazar berada di belakang para pimpinan
lembaga negara dan pimpinan fraksi di DPR yang sedang berjajar mendengarkan SBY jumpa pers. Belum ada yang mengkonfirmasi apakah foto tersebut adalah Nazaruddin sebenarnya. Namun jika
dilihat dari wajahnya, memang pria berhidung mancung yang nyempil di foto itu adalah memang
mirip sekali dengan Nazaruddin. Istana sendiri memiliki dua koridor yang panjang. Koridor pertama menghubungkan antara Istana
Negara dengan Istana Merdeka. Di sepanjang koridor tersebut, dipajang ratusan foto agenda Presiden
selama satu tahun terakhir. Sementara korisor kedua, adalah koridor untuk menuju Kantor Presiden. Di koridor ini, ratusan foto
kegiatan SBY selama satu tahun terakhir juga dipajang. Nah, foto Nazar yang sedang melirik Presiden
SBY berada di koridor ini. Foto-foto yang dipajang di dua koridor ini biasanya diganti menjelang peringatan 17 Agustus.
Artinya, sebelum 17 Agustus 2011 nanti, foto-foto tersebut diganti dengan agenda kegiatan Presiden
terbaru. Foto Nazaruddin yang nongol di Istana itu diperkirakan saat Presiden menggelar rapat
konsultasi dengan pimpinan lembaga tinggi negara, serta pimpinan fraksi pada 2010 lalu di Istana
Negara.detikcom
Tidak ada komentar:
Posting Komentar