JAKARTA,Pernyataan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang tidak menyinggung soal kepemimpinan Ketua Umum PD Anas Urbaningrum dalam sambutannya pada Rakornas PD 2011,
merupakan kesempatan kedua yang diberikan kepada Anas. Tagline BCS (Bersih, Cerdas, dan Santun) tidak hanya dijadikan kode etik partai, melainkan harus
dipraktikan. "Saya melihat ini sebagai second life jadi jangan disia-siakan kesempatan kedua ini," ujar pakar
manajemen politik Universitas Indonesia Budi Sucipto. Hal ini disampaikannya usai acara diskusi
Polemik Trijaya bertajuk "Demokrat Rakornas: Di Tengah Badai", di Sentul City, Bogor, Jawa Barat,
Sabtu (23/7/2011). Menurut Budi, setelah kesempatan kedua ini, maka tidak ada lagi kesempatan selanjutnya dan jika
sampai pada tahun 2012 nanti tidak ada perubahan, maka SBY kemungkinan akan mencari pengganti
yang dirasa cocok untuknya. Terkait tagline BCS yang selalu dikatakan oleh para kader PD, Budi berharap, tagline tersebut tidak
hanya menjadi sebuah kode etik partai, namun juga dapat diterapkan dalam prilaku berpolitik kader. "Lalu soal kader partai yang boleh ngomong semuanya di media, saya sepakat tidak semuannya dan
ini harus dicegah dari awal," terangnya. Ketua Dewan Pembina Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun angkat bicara. Dia meminta kader
demokrat berhenti saling serang. "Saya minta kader Demokrat bicaralah secara jernih di media massa. Bicara yang berisi dan santun.
Jangan asal bicara berbeda satu sama lain bahkan saling serang. Ini memalukan," tutur SBY dalam
pidato sambutannya ketika membuka Rakornas Demokrat. SBY mengatakan, sikap para kader partai yang tidak kompak akan merugikan partai secara
keseluruhan. SBY juga meminta Ketua Umum Partai Anas Urbaningrum dan jajaran pengurus partai
untuk mengkondisikan suasana agar dapat kondusif.detikcom
Tidak ada komentar:
Posting Komentar