Rabu, 27 Juli 2011

Pesawat Singapore Airline Ganti Mesin Pesawat Airbus A380 Yang Mati

SINGAPORE,Maskapai penerbangan Singapura, Singapore Airlines (SIA) telah mengganti mesin di salah satu pesawat Airbus
A380 miliknya menyusul insiden yang menimpa pesawat
superjumbo tersebut. Pesawat Airbus A380 tersebut terpaksa
kembali ke Bandara Changi, Singapura setelah satu dari empat mesin
mati saat pesawat mengudara. Mesin buatan perusahaan Inggris, Rolls-Royce Plc tersebut mati tak
lama setelah pesawat lepas landas. Salah satu mesin mati saat pesawat baru mengudara selama sekitar 20 menit dalam penerbangan dari Singapura menuju Hong
Kong kemarin, Selasa, 26 Juli. Pesawat tersebut mengangkut 368 penumpang. "Penggantian mesin dilakukan di pesawat tersebut dan kami tengah meneliti insiden tersebut
bersama-sama Rolls-Royce dan Airbus," kata juru bicara SIA Nicholas Ionides seperti dilansir harian
Singapura, Straits Times, Rabu (27/7/2011). Menurut Ionides, matinya salah satu mesin itu diakibatkan peningkatan dan tingginya vibrasi. Tak
ada yang terluka dalam kejadian tersebut. Kejadian itu mengingatkan pada insiden yang menimpa pesawat sejenis milik Qantas. Pada akhir
tahun 2010 lalu, pesawat Airbus A380 milik maskapai Australia itu mengalami insiden saat melintasi
Batam. Salah satu mesin pesawat meledak tak lama setelah pesawat lepas landas dari Singapura.
Akibatnya, pilot memutuskan untuk kembali ke Singapura. Tak ada yang terluka dalam insiden itu. Namun kejadian itu menyebabkan Qantas mengkandangkan semua Airbus A380 miliknya sembari
menunggu penyelidikan selesai dilakukan. Pihak Rolls-Royce dan Qantas telah mencapai kesepakatan
di luar sidang mengenai pembayaran ganti rugi atas insiden tersebut. Qantas pun batal mengajukan
tuntutan hukum terhadap Rolls-Royce.detikcom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar