JAKARTA,Pemerintah Indonesia yakin situasi Kuala Lumpur, Malaysia, pasca unjuk rasa besar-besaran Sabtu (9/7)
kemarin akan segera berangsur pulih. Oleh karena itu, pemerintah
belum berencana melakukan evakuasi terhadap warga negara
Indonesia (WNI) yang ada di negeri jiran tersebut. "Evakuasi belum ada, karena kita memiliki keyakinan bahwa
demonstrasi ini dapat selesai dengan damai. Jadi sejauh upaya
untuk melakukan evakuasi belum kita lakukan," ujar Menteri Luar
Negeri, Marty Natalegawa, usai membuka acara ASEAN fun bike di
Kantor Secretariat ASEAN, JL Sisingamangaraja, Jakarta Selatan,
Minggu (10/7/2011). Meskipun demikian, Marty memastikan pihaknya selalu memonitor perkembangan yang terjadi di
sana. Dia juga mengimbau pada WNI yang ada di Kuala Lumpur untuk menghindari daerah
kerumunan massa atau pun tempat-tempat yang berpotensi timbulnya kerusuhan. "Pemerintah Indonesia, tetap memonitor perkembangan yang terjadi di negara tetangga. Sejauh ini
belum ada laporan yang diterima oleh perwakilan kita yang ada di Malaysia, dan kita juga sudah
imbau pada saudara yang ada di Malaysia untuk menghindari tempat berkerumunnya massa," jelas
Marty. "Dan pemerintah Indonesia memiliki keyakinanan bahwa pemerintah Indonesia dan rakyat Malaysia
dapat mengatasi dan mengeolola perkembangan yang ada," tandasnya. Aksi demo ini dimotori oleh Bersih, koalisi kelompok-kelompok termasuk organisasi non-pemerintah
dan partai-partai politik oposisi. Mereka menuntut reformasi pemilihan umum, termasuk langkah-
langkah yang akan mencegah para pemilih untuk memilih berulang kali selama pemilu. Buntut dari aksi ini, sedikitnya seribuan orang massa ditangkap oleh polisi. Pemimpin oposisi Malaysia
Anwar Ibrahim yang juga ikut berdemo, mengalami luka setelah polisi melepaskan gas air mata untuk
membubarkan para demonstran.detikcom
Tidak ada komentar:
Posting Komentar