MATARAM, Sedikitnya 500 warga Desa Marong, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, 50 km sebelah timur Kota Mataram, NTB, mengamuk dan merusak Mapolsek Praya Timur tadi malam.
Warga kesal dan menilai polisi lamban mengusut kasus perampokan yang berujung pada kematian
warga setempat. Kapolres Lombok Tengah, AKBP Hudi Karyono di lokasi kejadian Senin (27/6/2011) siang menyatakan,
belum ada warga yang diamankan polisi menyusul aksi perusakan itu. "Kita masih mengupayakan
saksi-saksi perusakan ini," kata Hudi. Terkait kasus perampokan yang memicu marah warga, Hudi mengaku, meski sudah dua pekan
berlalu, polisi baru bisa mengolah tempat kejadian perkara dan memintai keterangan korban.
Mapolsek Praya Timur saat ini sudah dipasangi garis polisi dan dijaga aparat Brimob Polda NTB. "Langkah selanjutnya, kami berkoordinasi dengan pemerintah daerah tokoh agama dan tokoh
masyarakat," kata Hudi. Berdasarkan keterangan yang dikumpulkan, ratusan warga mendatangi Mapolsek Praya Timur pada
Minggu (26/6) pukul 22.30 Wita. Warga langsung bertindak beringas dan mengamuk, karena
mendapat penjelasan yang tidak memuaskan dari petugas polisi yang menemui warga. Warga melempar atap kantor dengan batu dan benda keras lain. Memecahkan kaca jendela,
membanting seluruh perangkat elektronik dan komputer. Tembok ruang pemeriksaan dan ruang
tahanan juga mereka jebol. Beruntung saat itu tak ada tahanan. Seluruh isi kantor diobrak-abrik. Meja, kursi dibanting dan berkas-berkas penting dibuang berserakan.
Pecahan batu dan bata berserakan di dalam ruang kantor. Tak satupun aparat kepolisian mampu
menghentikan aksi beringas ini. Imbauan dari Camat Praya Timur, dan Kepala Desa yang berada di lokasi tak lama setelah warga mulai
mengamuk, juga tak diindahkan warga. Wahyu, seorang saksi mata mengatakan, aksi perusakan
warga itu berlangsung hingga Senin (27/6) dini hari. Kemarahan warga baru mulai reda setelah puas
merusak seluruh bangunan dan ruang dalam Polsek. Warga kesal, karena laporan perampokan yang menimpa Lalu Sabaruddin tak juga menunjukkan
hasil, meski telah dilaporkan sejak dua pekan lalu. Polisi tak juga menemukan titik terang atas pelaku
perampokan itu. Sabaruddin pada 4 Juni dirampok di Jalan Desa Marong, saat mengendarai motor malam hari.
Sabaruddin menderita luka bacok dan dirawat di Rumah Sakit Umum Praya, Lombok Tengah. Pada
Minggu kemarin, nyawa Sabaruddin tak tertolong. Sore harinya, usai pemakaman, warga Marong
mendatangi Polsek dan meminta pejelasan. Saat itu, tanda-tanda warga akan mengamuk sudah terlihat. Ini karena warga mulai memecahkan
kaca jendela kantor. Namun aksi berhasil diredam hingga tak meluas. Warga lalu kembali ke Desa
Marong. Selepas isya warga menggelar tahlilan untuk almarhum, lantas kembali mendatangi polsek.detikcom
Tidak ada komentar:
Posting Komentar