Selasa, 28 Juni 2011
Sudah Tiga Bulan Janazah TKI Ernawati Belum Dipulangkan
JAKARTA,Tenaga kerja asal Indonesia, Ernawati, tewas di Arab Saudi pada Februari lalu. Namun hingga kini, jenazah Erna belum juga diterima keluarga. Kemlu menyatakan, pihaknya hingga
kini masih terus mengupayakan pemulangan jenazah Erna ke Tanah Air. "Pemulangan jenazah masih terus diupayakan KBRI Riyadh. Permasalahan saat ini, jenazah masih
diperlukan pihak polisi untuk pemeriksaan. (Pemeriksaan) itu belum selesai," kata Jubir Kementerian
Luar Negeri Michael Tene saat dihubungi detikcom, Selasa (28/6/2011). KBRI di Riyadh juga telah mendesak agar pemeriksaan jenazah Erna oleh kepolisian Arab Saudi bisa
segera dituntaskan, sehingga jenazah bisa segera dikembalikan ke pihak keluarga. "Jangan sampai
sudah dipulangkan, sementara pihak kepolisian masih membutuhkan untuk pemeriksaan. Kalau sudah
dipulangkan, tidak mungkin kan dibawa ke sana lagi," imbuh Michael. Apakah pihak Saudi menyampaikan pemeriksaan butuh waktu hingga kapan, mengingat Erna sudah
meninggal sejak Februari? "Belum sampaikan. Itu sebabnya yang sedang kita desak. Sekarang sedang
pemeriksaan kepolisian," kata Michael. Informasi yang diterima KBRI Riyadh, Erna meninggal karena racun tikus. Karena itulah, pemeriksaan
atas jenazah dilakukan kepolisian setempat dengan rinci untuk memastikan dugaan itu maupun
dugaan adanya kekerasan yang diterima Erna sebelum meninggal. "Pemeriksaan masih dilakukan di sana. Karena tempat kejadian kan juga di sana. Yang kita inginkan
semua cepat dilakukan sehingga bisa segera dipulagkan," tegas Michael. Erna meninggal di Riyadh pada Februari 2011. Menurut keterangan kakaknya, Yenny, dalam kontak
terakhir via telepon Erna menyebut sempat mendapat kekerasan dari teman majikannya. Bahkan dia
pernah disabet dengan selang air hingga muntah darah. Erna juga mengaku sempat akan diperkosa
oleh teman majikannya, untung dia lolos karena melawan. Karena jenazah Erna tak kunjung pulang, padahal sudah berkali-kali mengadu ke pihak terkait dan
kurang mendapat informasi memadai, Yenny pun mengadu ke Ombudsman RI. "Ombudsman melihat
ada kelalaian dari Kemenlu dan BPNP2TKI," ujar anggota Ombudsman, Kartini, di kantor Ombudsman,
Gedung Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (27/6). Menurut Ombudsman, BNP2TKI maupun Kemlu tidak sigap merespons laporan keluarga Ernawati
dengan tindakan signifikan. Ombudsman pun berencana memanggil sejumlah pihak terkait untuk
mendapatkan klarifikasi.detikcom
Label:Pendidikan,Politik,Nasional,
NASIONAL
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar