Senin, 27 Juni 2011
Nato Terus Memborbardit Libya
TRIPOLI, Serangan-serangan udara terus dilancarkan pesawat-pesawat tempur NATO atas Libya. Operasi NATO di negeri
itu hingga hari ini telah memasuki hari ke-100. Dalam operasi yang diberi nama "Operation Unified Protector"
tersebut, sudah 5 ribu serangan udara yang dilancarkan atas Libya,
sebagian besar di sekitar Tripoli, ibukota Libya, Misrata di Libya
barat, Brega di Libya timur dan Pegunungan Nafusa di sebelah
selatan Tripoli. Hingga saat ini NATO masih membombardir sekitar 50 target setiap hari. Namun meski Libya terus
digempur NATO, Muammar Khadafi bersikeras untuk terus berkuasa. Belakangan ini beredar rumor bahwa Khadafi tengah mempertimbangkan untuk meninggalkan Tripoli.
Pemimpin Libya itu dikabarkan merasa semakin tidak aman dengan adanya serangan-serangan udara
NATO. Menteri Luar Negeri Prancis Alain Juppe mengatakan, telah terjadi kontak antara pemerintah Libya
dengan kubu pemberontak, khususnya mengenai nasib Khadafi. "Saya tahu mereka membahas, misalnya soal nasib Khadafi, yang merupakan pertanyaan sentral saat
ini," kata Juppe pada radio Prancis, RTL. Pemerintah Libya mengklaim, serangan-serangan udara yang dilancarkan NATO telah menewaskan
ratusan warga sipil di Libya. Namun sejauh ini tak ada keterangan resmi dari pihak NATO mengenai
jumlah warga sipil yang menjadi korban.detikcom
Label:Pendidikan,Politik,Nasional,
DUNIA
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar