Rabu, 29 Juni 2011

Gubernur Riau Deadline Pihak Perusahan

PEKANBARU,Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Pemprov Riau Emrizal Pakis memberi menyiratkan, pembangunan tiga venue untuk PON 2012 yakni GOR
sepak takraw, softball, dan panahan akan anggarkan melalui APBD Perubahan 2011. Hal itu mengingat hingga saat ini belum ada kepastian dari tiga perusahaan, RAPP, IKPP dan Wilmar akan berpartisipasi membantu pembangunan fisik venue tersebut. Emrizal menyebutkan, dari beberapakali pertemuan antara Pemprov Riau dengan pihak perusahaan,
awalnya diperoleh sinyal positif. Namun pihak perusahaan hanya sanggup memberi bantuan langsung
berupa dana segar. "Perusahaan memang menyambut positif dalam setiap pertemuan yang kita lakukan. Namun
sepertinya mereka lebih ingin memberi bantuan dalam bentuk dana. Kita masih berfikir untuk
mengambil bantuan itu. Karena yang kita butuhkan bantuan dalam bentuk pembangunan fisik," ujar
Emrizal usai kegiatan Malindo di Hotel Pengeran, Selasa (28/6) Menurut Emrizal, jika anggaran pembangunan tiga venue dimasukkan dalam APBD Perubahan,
setidaknya butuh dana Rp 80 miliar. Anggaran itu masih bisa dilakukan efisiensi dengan perencanaan
konstruksi. Selain itu, anggaran juga akan semakin hemat jika pemprov benar-benar menerima
bantuan dana dari pihak perusahaaan. "Jika memang nantinya kita menerima bantuan itu, maka langsung dimasukkan ke kas daerah yang
selanjutnya dipergunakan untuk pembangunan venue. Dengan demikian uang Rp 80 miliar masih bisa
ditekan," beber dia. Emrizal menambahkan, jika memang bisa diupayakan cepat, maka sebelum ketuk palu, anggaran
pembangunan venue PON dimasukkan dalam proyek multiyear. Dengan pertimbangan proses
pembangunnanya membutuhkan waktu lebih panjang. Proses tender juga bisa dimulai Agustus 2011. Dengan demikian banyak waktu untuk melakukan
persiapan pembanguanan hingga tahun 2012. "Venue-venue tersebut bisa kita selesaikan dengan
catatan dimasukkan dalam proyek multiyear. Kita memiliki waktu full untuk bekerja," terangnya. Sementara Gubernur Riau menyatakan masih akan melakukan upaya untuk bertemu dengan pihak
perusahan. Sejauh ini pemprov masih mengharapkan perusahan-perusahan tersebut membantu
pembangunan venue. Bahkan Gubri memberi tenggat waktu minggu pertama Juli, sudah ada
kepastian dari pihak perusahaan. "Kita mesti memberikan tenggat waktu bagi perusahaan terkait kepastian membantu pembangunan
venue PON. Sebab kita juga dikejar waktu. Untuk itu saya harap minggu pertama Juli perusahan
sudah memberi kepastian," ujar Gubri. Selain itu Gubri juga menegaskan, jika pihak perusahaan hanya bisa memberi bantuan dalam bentuk
dana, nilainya harus sama dengan biaya bangunan fisik venue. "Jika memang dalam bentuk dana
segar, ya kita ingin jumlahnya sesuai dengan biaya venue yang akan kita bangun," sebut Gubri. Saat dipertanyakan komitmen perusahan, Gubri kembali menghimbau perusahaan untuk
menunjukkan kepeduliannya untuk iven nasional yang dilaksanakan di Riau. Lain halnya Wakil Gubenur Riau Mambang Mit ketika ditanya Tribun soal sikap perusahaan yang
enggan membantu venue PON menyatakan rasa kecewa. Meski demikian Mambang mengaku
pemprov masih akan mengupayakan pertemuan tersebut. "Kalau dikatakan kecewa, tentu saja
kecewa. Meski demikian kita akan upayakan agar perusahaan benar-benar mau membantu," ujar dia. Tiga perusahaan besar di Riau, RAPP, IKPP dan Wilmar ketika dikonfirmasi belum memberi penjelasan
terkait sikap mereka terhadap keinginan pemprov yang meminta dibangunkan venue PON. Pihak
RAPP melalui Humas Salomo Sitohang sempat meminta Tribun memberi pertanyaan via SMS. Namun
hingga berita ini terbit belum ada jawaban. Demikaian juga dengan pihak IKPP serta Wilmar yang tidak
memberi jawaban.teribunpakanbaru.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar