JAKARTA,Jakarta, Oto
ritas Amerika Serikat (AS) memperbarui travel warning bagi warga mereka yang ingin mengadakan misi sosial ke Jalur Gaza menempuh jalur laut. Tak hanya itu, AS juga
meminta warganya tidak mengadakan perjalanan ke Israel minimal sampai 10 tahun yang akan
datang. Departemen Luar Negeri AS mengatakan, tujuan travel warning ini diperbarui untuk mencegah hal-hal
yang tidak diinginkan pada warga mereka. Travel warning yang diperbarui untuk tujuan Israel, Tepi
Barat dan Gaza. "Pemerintah Israel telah mengumumkan keinginannya agar selama 10 tahun dilarang adanya
perjalanan ke Israel bagi siapa pun apalagi berpartisipasi dalam upaya untuk memasuki Gaza melalui
laut," kata pemberitahuan tersebut seperti yang dikutip dari Reuters, Kamis (23/6/2011). Peringatan ini berkaca pada insiden penyerangan yang dilakukan militer Israel pada kapal milik
negara Turki pada Mei 2010 lalu. "Pada tanggal 31 Mei 2010, sembilan orang tewas, termasuk satu warga negara AS, dalam usaha
seperti itu, kedutaan Besar AS di Tel Aviv dan Konsulat Jenderal AS di Yerusalem tidak mampu
memberikan bantuan konsuler di Gaza atau di laut lepas atau perairan pantai," kata pemberitahuan
tersebut. Meskipun situasi Gaza masih tidak menentu, masih saja ada kelompok pro Palestina yang bertekad
bisa menyampaikan bantuan kemanusiaan ke Gaza, yang sampai saat ini dikendalikan oleh militan
Hamas Islam. Kelompok ini berharap bisa tiba di Gaza sebelum bulan ini berakhir. Namun Israel mulai
mencium perjalanan mereka dan berencana menghentikan kelompok ini sebelum sampai di Jalur Gaza. Para pejabat Israel mengatakan, kapal-kapal yang membawa bantuan hanya akan membantu
pasokan senjata ke Hamas. Sementara itu, Palestina sendiri berpendapat, blokade lewat laut ini ilegal
yang hanya memperburuk perekonomian di Gaza.detiknews.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar