Kamis, 16 Juni 2011

Uang PNS Ludes Dibawa Kabur

ANGKALANKERINCI,Seorang PNS Pelalawan Haris Junaidi (43) mejadi korban hipnotis setelah mencairkan dana di Bank Riau Pangkalankerinci, Rabu (15/6). Uang senilai Rp 94 juta berikut jam tangan dan telepon genggam korban, raib dibawa kabur pelaku. Pegawai Dinas Budaya Pariwisata Pemuda dan olahraga (Disbdparpora) ini sempat dimandikan di ruang tunggu kantornya, namun setelah beberapa gayung air disiramkan ke kepalanya, pengaruh hipnotis tidak lantas sirna, Haris menggaruk kepala dan menjerit-jerit. Bahkan ketika dua petugas Polsek Pangkalankerinci tiba, Haris tidak bisa diajak bicara. “Hape habis, duit habis, jam habis. Habis aku tengku, habis tengku e, ” teriak Haris Jumadi ketika seorang pegawai mengajaknya bicara. Kapolsek Pangkalankerinci AKP Rustam Effendi ketika dihubungi wartawan mengatakan, “Menurut keterangan yang kita himpun dia di hipnotis oleh orang dan kemudian orang itu kabur setelah mengambil uangnya,” jelas Rustam Effendi. Pihaknya belum memiliki gambaran tentang identitas maupun ciri-ciri pelaku. Meski demikian sejumlah personil intel Polsek dikerahkan guna melakukan penyelidikan di TKP dan ditempat lain. “Kita mengumpulkan keterangan dari beberapa orang yang mengetahui kejadian itu, ” terang Kapolsek. Hasil penyelidikan sementara, pelaku mengikuti korban saat keluar dari bank Riau kepri di jalan Maharaja Indera. Kemudian ditengah jalan korban disetop oleh dua orang tak dikenal. Orang tersebut numpang minta diatarkan ke kantor dinas pertanian di kompleks Bhakti Praja. “Itu mungkin diikuti , biasanya mereka tahu siapa yang ngambil uang lalu disetop di jalan Seminai. Didalam mobil itulah korban dihipnotis,” tambah Kapolsek. Kabid Pemuda dan Olahraga Dispora Pelalawan Tengku Junaidi mengatakan, musibah yang menimpa Haris Junaidi ini baru terungkap ketika para pelaku sudah melarikan diri. Korban dan mobilnya ditemukan dalam keadaan stess di pinggir jalan Sultan Syarief Hasyim Pangkalankerinci, dekat gedung olahraga venue PON 2012. “Korban ditinggal di tengah jalan, kebetulan anak SMA Bernas kenal. Ketika itu juga anak SMA ini mampir di kantor dinas dan kami jemput,Kata rekan korban.sialangnews.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar