Jumat, 17 Juni 2011

Uang Kelas Menengah,Mengalir Kemana?


Bank Dunia mencatat kelas menengah Indonesia tumbuh tujuh juta jiwa per tahun. Kenaikan kelas menengah ini turut memicu bertumbuhan perekonomian dalam negeri. Sebab menurut Anton Gunawan, Kepala Ekonom Bank Danamon, kelas menengah banyak
membelanjakan uangnya untuk pembelian kendaraan bermotor, barang-barang elektronik, dan
produk finansial. "Ini terlihat dari pertumbuhan permintaan barang-barang konsumsi kita yang cukup bagus dan
diperkirakan bisa bertahan lama, seiring meningkatnya kelas menengah Indonesia," tuturnya saat
dihubungi VIVAnews.com di Jakarta, Jumat 17 Juni 2011. Anton menambahkan, selain mengalir ke barang-barang konsumsi, uang kelas menengah juga
menyasar ke sektor pendidikan. Saat ini, kalangan menengah berani menyekolahkan anak-anak
mereka ke sekolah-sekolah favorit atau ternama. "Lihat saja, meski sekolah dasar negeri menawarkan
biaya gratis, mereka malah memilih sekolah swasta," ujarnya. Di luar itu semua, menurut Anton, peningkatan jumlah kelas menengah Indonesia juga memberikan
sentimen positif terhadap kesadaran politik masyarakat. "Dulu, orang dengan mudah diiming-imingi
uang untuk memberikan pendapatnya karena mereka miskin. Tapi, sekarang tidak lagi," tuturnya. Sementara itu, Berdasarkan data Bank Dunia, pada 2003 jumlah kelas menengah sekitar 81 juta jiwa
atau 37,7 persen. Sedangkan pada 2010 kelompok ini meningkat menjadi 131 juta jiwa atau 56,5
persen. Pada periode itu setiap tahun sekitar 7 juta jiwa penduduk meningkat dari kelas penghasilan rendah
ke penghasilan menengah. Peningkatan di kelas menengah didominasi oleh mereka yang berada di
tingkat pengeluaran US$2-6 perhari.vivanews.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar