Senin, 20 Juni 2011

Ruyati dipancung,Sejumlah Anggota DPR Minta Menlu Mundur


JAKARTA, Buntut dihukum matinya Ruyati di Arab Saudi, sejumlah anggota Komisi I DPR meminta Menlu Marty Natalegawa
mundur dari jabatannya. Menlu harus bertanggung jawab atas
dipancungnya Ruyati. "Saya meminta Pak Menlu bersikap ksatria, berniat mengundurkan
diri atau mencopot dubes RI di Arab Saudi," ujar anggota Komisi I
dari FPAN Teguh Juwarno. Teguh mengatakan itu dalam raker Komisi I dengan Kemenlu di
Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/6/2011). Wakil Ketua Komisi I TB Hasanuddin dari PDIP juga meminta hal
yang sama. Menurutnya, Presiden SBY pasti marah dengan kasus Ruyati. Karena kasus itu hanya berselang beberapa hari dengan pidatonya di ILO, Jenewa, Swiss. "Apa Bapak berniat mengundurkan diri? Karena beliau pasti marah kasus Ruyati hanya beberapa hari
setelah beliau pidato di hadapan dunia internasional," kata TB Hasanuddin. Desakan mundur juga disuarakan anggota FPG Jeffry Geovanni. Menurutnya, Menlu tidak serius
menangani masalah TKI sehingga wajib mengundurkan diri. "Harusnya sebagai menteri harus bisa bersikap lebih tegas terkait ini. Sebaiknya Saudara Menteri
mundur saja. Saya tidak lihat keseriusan Saudara Menteri," imbuh Jeffry. Menanggapi desakan itu, Menlu menjawab, pihaknya telah berusaha maksimal dalam melindungi TKI. "Sekali lagi konteks masalah ini harus dilihat lebih luas mengenai kinerja kemenlu tugas kami untuk
memastikan perlindungan WNI sudah optimal. Tantangan masalahnya semakin meningkat dan
harapannya juga meningkat," kata Menlu. Ruyati dihukum pancung oleh pemerintah Arab Saudi pada Sabtu (18/6) lalu. TKI itu dihukum karena
membunuh majikannya akibat kesal sering dimarahi. Keluarga Ruyati baru diberi tahu atas hukuman
itu pada Minggu (19/6) pagi kemarin.detiknews.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar