JAKARTA,Kepala Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan Yunus Husein mengatakan, pihaknya menemukan 13 transaksi mencurigakan terkait
kasus pembangunan wisma atlet SEA Games 2011 di Palembang, Sumatera Selatan.
Temuan ini ditemukan PPATK pada pekan silam. "Kita akan terus telusuri," kata Yunus di sela-sela acara Pembukaan Forum Anti
Korupsi ke II Sosialisasi Inpres No. 9 Tahun 2011 di Jakarta, Selasa (14/6/2011). Pekan lalu, Senin (6/6/2011), Direktur Pengawasan dan Kepatuhan PPATK Subintoro, di Jakarta,
bahkan menyiratkan, transaksi yang mencurigakan itu termasuk aliran dana yang masuk ke rekening manta Bendahara Umum Partai Demokrat Nazaruddin. ”Terkait kasus Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) sedang mendalami 13 transaksi mencurigakan pada delapan bank, ” katanya. Subintoro tidak bersedia menjelaskan nama pemilik rekening mencurigakan tersebut. Namun, ia
mengatakan, para pemilik rekening mencurigakan merupakan orang-orang yang selama ini dikaitkan
dengan kasus Sesmenpora. Ia tidak membantah ketika ditanya apakah salah satu pemilik rekening
mencurigakan tersebut adalah M Nazaruddin, ”Saya tidak boleh menyebut nama, tetapi nama yang bersangkutan memang ada,” katanya. Sementara itu, terkait kasus dugaan suap terhadap hakim Syarifuddin Umar oleh kurator
PuguhWirayan terkait kasus kepailitan PT Skycamping Indonesia, Yunus mengatakan, PPATK belum
menemukan adanya transaksi mencurigakan. Namun, Yunus, yang juga anggota Satgas
Pemberantasan Mafia Hukum, mengatakan, PPATK akan bersikap proaktif dalam melakukan
penelusuran rekening mencurigakan. Syarifuddin ditangkap KPK di rumahnya, kawasan Sunter, Jakara Utara, pekan lalu. Ia diduga
menerima suap dari kurator Puguh Wirawan terkait dengan pelaksanaan putusan kepailitan PT
Skycamping Indonesia. Saat penggeledahan, KPK menemukan uang 116.128 dollar Amerika Serikat,
245.000 dollar Singapura, 20.000 yen, Rp 392 juta, dan 12.600 riel Kamboja.Kompas.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar