Selasa, 14 Juni 2011

Perampok Tembak Pedagang Rempah2,Rp,40 Jt Melayang

PEKANBARU,H Tarmizi (42) tak berdaya saat dua perampok
melepaskan tembakan ke arahnya ketika azan Maghrib berkumandang,
Ahad (12/6) sekitar pukul 18.30 WIB. Pedagang rempah-rempah Pasar Pagi Arengka ini dirampok di kediamannya
Jalan Bangau Nomor 40, RT 02/RW 12, Kelurahan Sidomulyo Barat
Kecamatan Tampan. Usai menggasak uang korban, perampok dengan
leluasa melarikan diri. Kejadian bermula saat H Tarmizi dan keluarga baru saja pulang ke rumah
dari Pasar Pagi Arengka menggunakan Nissan Terrano. Dua perampok
bersepeda motor hitam mengiringi korban pulang ke rumah. Saat korban memasukkan kendaraannya di pintu pagar, motor ini
memotong. Saat tahu mobil sudah masuk, mereka langsung putar arah ke rumah korban.
Sesampai di pintu rumah korban, pelaku langsung menghentikan
kendaraannya dan menerobos masuk ke rumah. Adik korban, Rini yang kebetulan duduk di teras rumah sambil makan
bakso kaget melihat aksi itu. Dia pun langsung bertanya, ‘’Hei Pak mau ke mana. Kok masuk tanpa permisi, ’’ kata Rini. Ucapan ini tak ditanggapi sama sekali, pelaku bahkan masuk ke kamar
korban yang lantas terkejut dan sempat melawan. Si pelaku berusaha
menggambil tas hitam milik korban yang berisi uang hasil berjualan. Korban sempat menahan tasnya dan saat itu pelaku menodong dan
menembak keningnya. Korban sempat mengelak, dan hanya mengenai
pelipis, tas pun berpindah tangan ke pelaku. Korban mengejar pelaku, namun tak berhasil. Sebab, pelaku menembak ke
arah leher korban, tapi meleset. Saat itu dari kening korban keluar darah,
sampai tercecer ke lantai. Jufri, tetangga korban yang melihat kejadian itu tak menduga sama sekali
jika itu peristiwa perampokan. Sepulang dari pasar ia mengeluarkan barang
belanjaannya. Saat itu, ia melihat dua orang memasuki rumah korban. Tanpa curiga, ia pun
membiarkan saja. Namun tak lama setelah itu terdengar letusan bunyi
senjata api dua kali. ‘’Saya mendekati rumah korban, namun saat menuju ke sana yang jaraknya lebih kurang 10 meter, kawanan perampok itu mendatangi saya.
Jangan halangi kami, kata salah seorang pelaku sambil menodongkan
senjata ke arah saya. Setelah itu keduanya pergi dengan motornya ke arah
Jalan Purwodadi Ujung,’’ beber Jupri. Melihat kejadian itu, warga langsung ke luar rumah. Tak lama setelah itu
anggota Polsek Tampan langsung mendatangi TKP untuk mengidentifikasi
kejadian. Dalam olah TKP, proyektil peluru, darah korban, serta tembakan
kaca lemari masih terlihat. ‘’Saya shock atas kejadian ini, ’’ ujar Rini didampingi pembantunya. Menurut Rini, kejadian itu berlangsung di depan mata kepalanya sendiri.
Bahkan dia sempat lari ke luar rumah. Ciri-ciri pelaku, seorang bertubuh
gemuk dan seorang lagi kurus. Sebelum melancarkan aksi, pelaku sempat berkelahi sesamanya dan
mengeluarkan kata-kata kotor. ‘’Mereka masuk menggunakan helm, matanya merah, suaranya keras, ’’ sebutnya. Adapun uang yang ada dalam tas hitam yang dirampok itu, adalah uang hasil jualan di pasar.
‘’Perkiraan saya Rp40 juta lah, ’’ katanya. Ketua RW 12 Rafles menambahkan, ia tak menyangka kejadian itu menimpa
korban yang bergaul bagus dan bermasyarakat dengan warga sekitar. Ia
turut mengantar korban ke rumah sakit Eka Hospital. Dalam perawatan medis, korban dalam sadar. ‘’Peluru tak bersarang di tubuhnya,’’ katanya. Fadli: Papa Ditembak Dua Kali Fadli Tarmizi (8), anak korban tampak tegar meski terlihat masih terkejut. Ia
menceritakan kejadian yang terjadi di depan mata kepalanya sendiri. ‘’Berdua adik, kami melihat dia menembak Papa dua kali, ’’ ujarnya dengan suara bergetar didampingi adiknya, Dihya Murtada Tarmizi (5) di
pelataran Unit Gawat Darurat RS Eka Hospital. Fadli menuturkan, saat itu ia bersama adik, Ayah dan Ibunya, Meri
Gusnimar (31), baru pulang dari tempat berjualan ayahnya di Pasar Pagi
arengka. ‘’Waktu itu kami sampai di rumah pas azan Maghrib,’’ katanya. Saat mereka masuk ke dalam rumah, Fadli melihat ada dua orang yang berhenti
di depan rumah mereka. ‘’Saya kira orang itu mau beli bakso di depan,’’ lanjutnya. Tak menaruh curiga, mereka sekeluarga masuk ke dalam rumah. Saat di
dalam rumah itulah dua perampok itu beraksi. ‘’Dua orang itu masuk waktu kami sudah di dalam. Saya lihat dari bayangan di televisi ada orang
masuk pelan-pelan,’’ urai Fadli yang saat itu didampingi pamannya. Seorang perampok yang sudah masuk mengendap-endap, langsung
mengambil tas yang diletakkan di kursi ruang tamu. ‘’Waktu Papa mau buka kunci kamar, satu orang yang masuk langsung mengambil tas Papa. Orang itu teriak-teriak dengan suara yang tak jelas.
Papa langsung mendorong orang itu, sudah itu papa langsung ditembak
dua kali,’’ tuturnya. Saat penembakan terjadi, Fadli berpikir cepat untuk coba menyelamatkan
diri bersama adiknya. ‘’Saya langsung pegang adik. Pelan-pelan kami jalan, biar nggak kena tembak,’’ jelasnya. Saat ayahnya ditembak, Fadli menjelaskan ibunya sempat mengucapkan
takbir. ‘’Mama bilang Allahuakbar,’’ jelasnya sambil memperagakan gerakan ibunya yang mengacungkan tangan coba menahan si perampok.
Akibatnya, tangan ibunya mengalami luka bakar terkena serpihan mesiu. ‘’Sesudah Papa ditembak dua kali itu, dengan memegang pistol, kawan perampok yang satu lagi masuk juga, ’’ lanjut Fadli sembari berkata bahwa setelah itu kedua perampok langsung pergi begitu saja. Saat Riau
Pos melihat kondisi korban yang masih terbaring lemah di UGD, tampak
banyak keluarga datang menemani dan melihat. Di dahi korban terbalut
perban, di leher juga ada luka. Keduanya tempat peluru menyerempet. Kapolsekta Tampan, Kompol Rusdel Firdaus saat dihubungi membenarkan
hal ini. ‘’Korban kini sudah di Eka Hospital dalam keadaan membaik,’’ jelasnya. Ia janji akan memprioritaskan mengungkap kejadian ini. ‘’Selain itu, patroli di wilayah kita juga akan ditingkatkan untuk mengantisipasi terulangnya kejadian serupa, ’’ tuturnya.demikian dilansir Riau Pos

Tidak ada komentar:

Posting Komentar