Jumat, 17 Juni 2011
Militer RI-AS Ingin Kerja Sama Tanggap Bencana
JAKARTA,Militer Amerika Serikat (AS) berminat memperluas kerjasama dengan Indonesia dan negara-negara tetangga dengan mengupayakan mekanisme tanggap darurat dan bantuan
kemanusiaan yang lebih efektif di daerah-daerah pesisir yang terkena bencana alam. Ini mengingat
wilayah-wilayah pesisir di Samudera Pasifik, termasuk Indonesia, sangat rentan dilanda gempa bumi
dan tsunami. Kerjasama itu menjadi salah satu agenda yang dibawa Panglima Armada ke-7 Militer AS, Laksamana
Madya Scott van Buskirk, dalam kunjungan tiga hari ke Indonesia. "Wilayah pesisir di kawasan Pasifik, seperti yang terjadi di Jepang baru-baru lalu, menunjukkan
betapa rentannya kawasan ini dari gempa bumi dan tsunami. AS pun tahun ini sering dilanda angin
topan. Indonesia juga sering dilanda bencana alam. Maka penyaluran bantuan darurat ke wilayah
bencana telah menjadi isu yang penting bagi banyak angkatan laut di mancanegara," kata van
Buskirk dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis 16 Juni 2011. Menurut dia, sudah ada pembicaraan di kalangan Angkatan Laut antarnegara untuk membuat suatu
acuan umum dalam berkomunikasi dan berkoordinasi bila ada salah satu wilayah yang terkena
bencana alam. Kapal militer yang terdekat bisa langsung menuju ke suatu wilayah untuk memberi
bantuan darurat kepada penduduk setempat. "Intinya adalah suatu koordinasi yang efektif. Jadi kami bisa tahu bagaimana bertindak. Armada ke-7,
misalnya, memiliki kapal atau pesawat untuk tugas reaksi cepat. Kami bisa melakukan tugas secara
baik tidak saja dengan bergerak cepat namun juga mampu berkoordinasi untuk memberi tanggapan,"
kata van Buskirk. Armada yang dia pimpin mampu untuk menyalurkan bantuan kepada wilayah yang membutuhkan
pertolongan di negara lain. Itulah yang baru-baru ini mereka lakukan di Jepang, yang dilanda gempa
dan tsunami 11 Maret lalu. Armada 7 pun menjadikan Singapura sebagai pusat logistik untuk
penyaluran bantuan. Maka, van Buskirk berharap ada koordinasi yang efektif dengan pemerintah dengan negara-negara
tetangga, seperti Indonesia dan Filipina. "Itulah yang menjadi salah satu kerjasama penting yang kami
cari dan Laksamana Soeparno [Kepala Staf TNI AL] menyambut baik isu itu," kata van Buskirk. Sebagai Panglima Armada ke-7 militer AS, yang beroperasi dari Samudera Pasifik sebelah barat hingga
Samudera Hindia, van Buskirk memiliki 70 kapal dari berbagai tipe, 200 pesawat, dan 40.000 personel
Angkatan Laut dan Korps Marinir. Van Buskirk mengunjungi Indonesia selama tiga hari sejak 15 Juni 2011. Selama kunjungan van
Buskirk bertemu dengan Kepala Staf TNI AL, Laksamana Soeparno dan Panglima Armabar Laksamana
Muda Hari Bowo. Van Buskirk juga memberi kuliah umum di Sekolah Staf Komando AL.Vivanews.com
Label:Pendidikan,Politik,Nasional,
Militer AS-RI Ingin Kerja Sama Tangap Bencana
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar