Rabu, 15 Juni 2011

Dibawah 30% Kaum Remaja Aktif Sholat 5 Waktu

*Memperihatinkan
JAKARTA,Kaum remja islam yang selalau menunaikan shalat lima waktu hanya 28,7 persen, yang
sering shalat lima waktu 30,2 persen. Sementara itu yang kadang-kadang shalat lima waktu 39,7
persen, yang tidak pernah shalat lima waktu 1,2 persen.
Demikian hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) bersama Goethe Institute, Friedrich Naumann
Stiftung dan Fur Die Freiheit, yang disampaikan peneliti senior LSI, Burhanudin Muhtadi MAPS, MA di
Jakarta, kemarin. Burhan menjelaskan, dari survei bertema ’’Tata nilai, impian, cita-cita pemuda muslim di Asia Tenggara’’ tersebut juga menyebutkan bahwa kaum muda muslim yang selalu membaca Al Quran hanya 10,8 persen, yang sering membaca Qur ’an 27,5 persen, kadang-kadang 61,1 persen dan yang tidak pernah 0,3 persen.
Sementara itu kaum muda muslim yang selalu menjalankan ibadah puasa (59,6 persen), sering (30,7
persen), kadang-kadang (8,9 persen), tidak pernah (0,7 persen). ’’Yang menarik adalah puasa lebih harus dikerjakan kaum muda muslim, karena adanya kesadaran kolektif pada saat ibadah
puasa Ramadhan. Dan ada semacam sanksi sosial bila tidak puasa. Sedangkan shalat kan lebih
pribadi sifatnya,’’ tambahnya. Dikatakan, prosentase yang rendah untuk kegiatan salat dan membaca Al Qur ’an ternyata tidak mengurangi tekad kaum muda Islam untuk memegang nilai-nilai konservatif. Sebagian besar (88
persen) kaum muda muslim tidak setuju minum-minuman keras. Hal yang sama juga terhadap
narkotika (99,2 persen tak setuju).
Yang juga menarik, identitas Islam lebih kuat bagi kaum muda, dan mengalahkan identitas
nasionalnya. 47,5 persen responden melihat dirinya lebih dulu sebagai orang Islam. Sementara 40,8
persen yang orang Indonesia. ’’Yang melihat lebih dulu etnisitasnya apakah Jawa, Sunda, Bugis hanya 10,7 persen.’’ (F4-25) Gelar Shalat Gerhana di Masjid Agung
SEMARANG - Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Rabu malam nanti (15/6), mulai pukul 00.00
menggelar shalat sunah gerhana bulan (Khusuful Qamar). Setelah itu dilanjutkan mujahadah
asmaul husna yang rencananya dipimpin KH Amdjad Alhafidz.
Wakil Ketua BP MAJT Jateng, DR Noor Achmad MA menjelaskan, gerhana bulan total (GBT) terjadi
Rabu malam Kamis. Proses GBT sendiri ada tujuh fase, mulai awal penumbra pukul 00.43, awal gerhana sebagian, awal gerhana total, pertengahan gerhana total, akhir gerhana total, akhir
sebagian hingga akhir penumbra pukul 05.45.suara merdeka.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar