JAKARTA,Orangtua murid SD 06 Pesanggrahan, Jakarta Selatan, akan mendatangi Balaikota DKI Jakarta. Dia akan meminta penjelasan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, atau dengan aparat terkait
atas kasus pemaksaan menyontek, yang diduga atas suruhan Kepala Sekolah kepada anaknya. Rencananya, Irma Winda Lubis, orangtua murid itu, akan ke Balaikota Kamis esok dengan didampingi
Komisi Nasional Perlindungan Anak Menurut Ketua Komnas Perlindungan Anak Aris Merdeka Sirait, sebelumnya kasus itu sudah
dilaporkan ke Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Tetapi hingga kini belum ada tanggapan, padahal hasil
ujian nasional akan segera keluar dan menentukan kelulusan murid. "Kami ingin pemerintah membentuk tim pencari kebenaran, untuk menyelesaikan kasus ini. Karena
perkembangan anak bisa terganggu atas sikap sejumlah pihak yang terkesan menggantungkan kasus
itu" ujar Aris Merdeka Sirait di Jakarta, Rabu 15 Juni 2011. Aris menjelaskan, jika dalam pertemuan itu Pemprov DKI Jakarta tidak merespon dengan baik, maka
pihaknya akan melanjutkan kasus tersebut ke ranah hukum. Menurut Aris, memaksa anak untuk menyebarkan kunci jawaban dapat dikatakan sebagai teror
negara terhadap psikis anak, "Serta dapat dikatakan melanggar pasal 82, undang-undang no 23 tahun
2003, tentang perlindungan anak," kata dia. Kecurangan dalam Ujian Nasional di SD 06 Petang Pesanggrahan itu mencuat setelah salah satu
orangtua siswa, Irma Winda Lubis, mengadukan ke Komnas perlindungan anak bahwa anaknya
dipaksa saling mencontek dengan siswa lain saat ujian nasional. Bahkan, menurut Irma, guru pun
membuat perjanjian bahwa kejadian saling mencontek itu tidak boleh dibocorkan kepada siapapun,
termasuk orangtua. Irma mengakui jika dirinya memang langsung mengadukan kasus ini ke Komnas. Pasalnya, di hari
ujian ketiga, Irma sempat datang ke sekolah anaknya untuk mempersoalkan kasus itu. "Tapi saya
sempat diusir oleh pihak sekolah dan ada juga orang dari dinas pendidikan. Jadi, menurut saya, orang
dinas pun tidak bisa membantu menyelesaikan masalah ini," katanya.vivanews.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar