
JAKARTA,Ratusan penumpang pesawat Sriwijaya airlines jurusan Pontianak mengamuk di bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng. Mereka menuntut pertangungjawaban pihak maskapai atas keterlambatan hingga 4 jam tanpa alasan yang jelas.
Para penumpang ini seyogyanya berangkat pukul 14.25 WIB. Tak lama, petugas Sriwijaya mengumumkan keberangkatan tertunda 25 menit dengan alasan pesawat yang akan mengantar mereka dari Malang belum tiba.
"Tapi setelah itu diundur lagi pukul 16.00 WIB dengan alasan katanya pesawat rusak. Tapi setelah pukul 16.00 WIB, tiba-tiba petugas mengumumkan lagi dengan alasan tidak jelas ke pukul 18.30 WIB. Ya penumpang jadi marah. Ini masih ada yang ngamuk-ngamuk," tutur salah seorang calon penumpang, Abdurrahman, kepada detikcom, Minggu (9/12/2012).
Menurut pantauannya, seorang pria yang mengaku ketua DPRD mengamuk begitu pihak Sriwijaya mengumumkan pesawat delay pukul 18.30 WIB. Pria itu langsung merebut mikrophone petugas costumer service dan menyerukan para penumpang lain untuk menuntut haknya karena telah dirugikan pihak maskapai.
"Ini mafia ini. Saya mengimbau untuk tidak naik pesawat apabila waktu yang ditentukan masih belum juga datang sampai dibayarkan Rp 300 ribu uang kerugian penumpang, karena sudah delay 4 jam. Asal Anda tahu, saya ini ketua DPRD," teriak pria tersebut yang disambut teriakan setuju penumpang lain.
Rahman mengatakan para calon penumpang menutut pihak maskapai memberikan hak mereka sebesar Rp 300 ribu sesuai Kepmen no KM 25 tahun 2008 atau Kempen no 77 tahun 2011 tentang tanggung jawaba angkutan udara.detik.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar