Kamis, 29 November 2012

Ini Alasan Sungai Ciliwung Tak Di Normalisasi


sungai Ciliwung adalah satu dari tiga belas sungai yang melintas di DKI Jakarta. Pada musim penghujan, sungai yang memiliki hulu di Bogor, Jawa Barat, tersebut membawa debit air lebih sehingga mengakibatkan kawasan bantaran sungai terendam. Seiring berjalannya waktu, sungai yang memiliki sejarah panjang peradaban Jakarta tersebut mengalami pendangkalan akibat endapan yang terbawa aliran air. Atas kondisi demikian, sungai tersebut butuh program normalisasi yang hingga kini tak kunjung dilaksanakan oleh pemerintah. Putu Wiryawan, Kepala Humas Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC), membenarkan bahwa sungai Ciliwung belum tersentuh progran normalisasi. Namun, tidak kunjung dilakukannya proyek normalisasi di Ciliwung rupanya cukup beralasan, yakni terkait dengan kondisi sosial yang ada. "Belum bisa kita lakukan normalisasi. Tidak bisa dikeruk karena belum ditata di bagian bantaran kalinya, jadi alat-alat berat tidak bisa masuk. Kan rapat sekali itu," ujar Putu saat dihubungi Kompas.com, Kamis (29/11/2012). Putu menjelaskan, bantaran sungai yang dipenuhi permukiman, membuat pihaknya tak kunjung melakukan proyek normalisasi. Terlebih, sebelum proyek tersebut dilakukan, harus diadakan perencanaan terlebih dahulu dengan membuat batas pancang daerah mana saja yang akan dilebarkan dan dikeruk. "Ciliwung masuk program normalisasi BBWSCC. Tapi setelah Pemda DKI membebaskan bantaran kali yang diokupasi masyarakat terlebih dahulu," terang Putu. Untuk itu, lanjut Putu, perlu ada koordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk melakukan relokasi warga yang bermukim di bantaran sungai. Dengan demikian, pihaknya baru bisa menentukan bagaimana realisasi program fisik normalisasi tersebut seperti apa. Sebelumnya, beberapa warga bantaran Sungai Ciliwung mengungkapkan, sungai yang membelah wilayah Jakarta Timur dengan Jakarta Selatan itu sudah puluhan tahun tak tersentuh proyek normalisasi. Padahal, pada musim penghujan, air sungai itu menjadi berlebih sehingga menimbulkan banjir di kawasan permukiman bantaran sungai. Warga juga mengatakan, pendangkalan sungai tersebut memperparah kondisi banjir yang terjadi di Ibu Kota. Jika dahulu kedalaman sungai bisa mencapai lima meter lebih, kini, kedalaman sungai hanya sedalam tiga meter atau sepanjang galah.Kompas.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar