Sabtu, 16 Juli 2011

Sering Delay,Lion Air Dihukum Istrahatkan 13 Pesawat

JAKARTA,Kementerian Perhubungan akhirnya memberikan sanksi kepada Lion Air terkait dengan seringnya keterlambatan
penerbangan (delay). Maskapai tersebut diminta mengistirahatkan
10-13 armada pesawatnya mulai 3 minggu ke depan. Hal ini disampaikan oleh Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Herry
Bakti seperti dikutip dari situs Kemenhub, Sabtu (16/7/2011). "Kebijakan ini merupakan upaya pembinaan yang dilakukan
regulator menyusul seringnya kejadian delay oleh maskapai
penerbangan Lion Air yang dampaknya sangat merugikan
konsumen. Langkah tersebut merupakan hasil evaluasi antara
Kementerian Perhubungan dengan manajemen Lion Air untuk meningkatkan pelayanan Lion Air," tuturnya. Lion Air harus melakukan aksi perbaikan dalam upaya meningkatkan keselamatan dan ketepatan
jadwal penerbangan. Pengurangan produksi ini berarti menambah waktu ground time pesawat yang
diharapkan akan menciptakan keseimbangan (balance) antara crew dan jumlah pesawat, sehingga
delay yang terjadi pada maskapai tersebut akan berkurang. Herry mengakui kebijakan ini bisa jadi akan berdampak pada pengurangan rute yang dilayani Lion
Air serta juga berdampak pada tarif, karena demand tetap tetapi supply berkurang. "Bisa jadi tarif
akan naik tetapi tidak akan melampui batas atas kelas ekonomi," ujar Herry. Sebelumnya menyusul kejadian delay yang seringkali terjadi pada Lion Air, maskapai ini mengklaim
penyebabnya adalah mereka tengah melaksanakan pergantian sistem pengaturan crew dan
membutuhkan waktu agar bisa kembali normal. Namun pada kenyataannya masyarakat konsumen
tidak mendapatkan kepastian sampai kapan keterlambatan penerbangan tersebut dapat teratasi. Kementerian Perhubungan pada 13 Juni 2011 telah mengeluarkan surat peringatan kepada Lion Air.
Maskapai ini terancam sanksi karena mengalami keterlambatan di sejumlah bandara. Pihak Lion Air
diberikan waktu untuk melakukan perbaikan manajemennya dan diminta untuk mencocokkan jumlah
armada, rute penerbangan, serta jumlah kru pesawat selama masa perbaikan tersebut, karena
disinyalir keterlambatan ini akibat buruknya manajemen Lion Air. Saat ini Lion Air bersama Wings Air menerbangi 63 kota tujuan di seluruh Indonesia dan 7 kota tujuan
regional/internasional. Armada Lion Air berjumlah 69 pesawat, yaitu 50 Boeing 737-900 ER, 2 Boeing
747-400, 4 Boeing 737-300, 9 Boeing 737-400, dan 4 MD-90. Armada Wings Air berjumlah 16 pesawat,
yaitu 12 ATR 72-500; 2 Dash-8; 3 MD-82. Total armada Lion Air dan Wings Air adalah 85 pesawat.detikcom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar