Selasa, 19 Juli 2011

Sekandal Penyadapan Telpon,2 Perwira Polisi Mundur

LONDON,Kasus skandal penyadapan telepon di Inggris terus memakan korban. Kali ini adalah dua perwira senior di kepolisian Inggris yang menyatakan mengundurkan diri akibat terkait
kasus ini. Mereka adalah polisi senior Inggris, John Yates dan kepala Kepolisian Metropolitan London, Komisaris
Paul Stephenson. Yates adalah orang yang pernah menolak untuk membuka kembali penyelidikan
kasus penyadapan di koran News of The World (NOTW). "Asisten Komisaris John Yates sore ini telah menyatakan niatnya untuk mundur dari polisi. Dan ini
telah diterima," ujar juru bicara polisi seperti dilansir dari AFP, Selasa (19/7/2011). Pengunduran diri Yates hanya berselang sehari setelah Paul menyatakan mundur. Inspektorat
kepolisian juga akan mulai menyelidiki kasus ini di bagian internal mereka. Kerajaan media Murdoch mendapat tekanan setelah keluarga Milly Dowler, seorang anak perempuan
yang tewas dibunuh namun teleponnya disadap oleh NOTW sehingga sempat dianggap masih hidup
oleh keluarganya, terungkap. Mingguan NOTW juga diperkirakan menyadap telepon milik para
korban serangan bom di London, Juli 2005. Belakangan diketahui tabloid beroplah 2,8 juta berusia 168 tahun itu kerap melakukan penyadapan
terhadap sejumlah tokoh untuk keperluan pemberitaan. News of the World telah berhenti terbit
pekan lalu dengan edisi terakhir berjudul "Thank You and Good Bye". Tetapi kasusnya terus berjalan. Selain di Inggris, penyadapan telepon diduga juga terjadi di AS. Saat ini FBI tengah menyelidiki
dugaan itu. Skandal ini disebut-sebut merupakan terburuk di sepanjang sejarah media massa. Murdoch adalah raja media asal Australia yang kini menjadi warga negara AS. Dia berkibar dengan
bendera News Corp. Media yang dimilikinya antara lain The Sun, The Daily Telegraph, Fox
Broadcasting Company dan The Wall Street Journal.detikcom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar