Kamis, 07 Juli 2011

SBY Kaji Naikan BBM

JAKARTA,Harga minyak dunia yang naik dan menguatnya nilai tukar rupiah makin menekan
APBN khususnya alokasi anggaran subsidi. Alokasi subsidi diprediksi jauh melampaui target,
namun pemerintah masih belum memutuskan opsi apapun juga. Meski sudah ada usulan untuk
segera menaikkan harga BBM ataupun segera melakukan pembatasan BBM bersubsidi.
Presiden SBY janji akan mempelajari opsi terbaik untuk subsidi ini. Ada dua hal katanya yang
berkembang di masyarakat. Pertama, minta tak terjadi kenaikan harga BBM karena dikhawatirkan berpengaruh pada inflasi. Kedua, menaikkan harga BBM subsidi daripada membatasi.
‘’Saya mengikuti setiap argumentasi di masyarakat. Saya hargai semua itu (karena) diskusinya
sudah mulai berkualitas. Saya akan mengambil keputusan setelah melihat berbagai aspek lebih
dulu,’’ kata Presiden SBY saat membuka rapat khusus MP3EI di Sekretariat Negara, Rabu (6/7).
Namun jelang keputusan presiden keluar, SBY menginstruksikan agar subsidi yang ada kini benar-
benar mengalir pada sasaran yang tepat. Karena beban negara untuk subsidi cukup besar menyedot anggaran. ‘’Jumlahnya harus tepat tak melebihi kepatutannya,’’ tegas SBY.
Dalam APBN-P 2011, Kementerian Keuangan memprediksi subsidi BBM akan naik dari Rp95,9 triliun
jadi Rp120,7 triliun. Kenaikan subsidi artinya terjadi sebesar Rp24,8 trliun atau meningkat 29 persen
dari pagu anggaran 2011.
Ini karena terjadi perubahan asumsi harga minyak dari 80 dolar AS per barel jadi 95 dolar AS per
barel. Sementara kurs rupiah terapresiasi dari Rp9.250 per dolar AS jadi Rp8.800 per dolar AS. Sementara volume kebutuhan konsumsi BBM diprediksi meningkat dari 38,6 juta kiloliter jadi
sekitar 40,5 juta kiloliter.
Meski anggaran diakui meningkat drastis, pemerintah tetap mempertahankan harga BBM subsidi
dan belum ada rencana kenaikan. Pemerintah khawatir, kenaikan harga BBM akan meningkatkan
inflasi dan berakibat pada meningkatnya angka kemiskinan. ‘’Pemerintah belum berencana
menaikkan harga BBM. Itu harus dipelajari dengan baik, jangan sampai tingkat kemiskinan masyarakat makin diperburuk,’’ kata Menteri Keuangan Agus Martowardojo.
Lambannya pemerintah menentukan sikap ini kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Rusman
Heriawan dapat dimaklumi. Karena tiap kebijakan terkait harga BBM berdampak langsung pada
angka kemiskinan. ‘’Pada 2006 kita pernah mengalami peningkatan jumlah orang miskin, dari
35 juta jadi 39 juta atau dari 15 persen jadi 17 persen. Ini sungguh luar biasa karena waktu itu
kenaikan BBM hampir 100 persen,’’ kata Rusman. Saat itu, lanjutnya, kebijakan kenaikan yang cukup drastis membuat masyarakat Indonesia
terkejut dan tak siap. Dampaknya menjalar hingga ke garis bawah dan angka kemiskinan
langsung meluah tak terkendali. ‘’Kebijakan BBM berpotensi pada terciptanya angka
kemiskinan. Setiap kebijakan BBM naik Rp500 kami prediksi menyumbang inflasi 2,25 persen. Itu
baru dampak langsung, belum termasuk dampak tak langsung seperti pada kendaraan,’’ kata
Rusman. Hambatan Investasi Presiden juga menyebut masih banyak ditemukan berbagai kendala dalam Master plan Percepatan,
Perluasan dan Pengembangan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Berbagai masalah ini ada yang dilapor
langsung padanya, lengkap dengan semua data-data penghambat.
Untuk menghadapi berbagai masalah tersebut, SBY menginstruksikan seluruh jajaran Menteri
Kabinet Bersatu (KIB) II, kepala daerah dan lembaga non pemerintah untuk mengatasinya secara
lebih serius lagi. ‘’Saya dapat laporan dari UKP4, masih ada terjadi kelambanan dalam birokrasi kita. Saya tak bisa beri toleransi lagi, saya minta untuk segera diselesaikan karena kita sedang
lakukan perluasan dan pengembangan ekonomi,’’ kata SBY.
Selain lambannya birokrasi, SBY menilai komitmen investasi dalam MP3EI harus terus dikawal.
Karena MP3EI disebut sebagai induk segala master plan, yang meliputi investasi jangka menengah
hingga jangka panjang. SBY pun minta seluruh pihak terkait MP3EI untuk fokus mengatasi
pembangunan infrastruktur. ‘’Masalah ketiga adalah listrik untuk mendorong sektor jasa dan manufaktur kita. Saya
khawatir bila tak diatur dengan baik, program 10.000 MW bisa berantakan. Saya instruksikan
Menteri terkait untuk turun langsung menanyakan kelambatannya karena apa,’’ tegas SBY.
Masalah lainnya yang menghambat MP3EI kata SBY adalah pertanahan. Untuk itu UU dan
manajemen yang mengatur pertanahan, harus bisa diselesaikan secepatnya antara Pemerintah
dengan DPR agar tak mengganggu investasi. ‘’Saya dengar ada suara-suara yang tidak baik, tapi saya tidak percaya. Kita sudah lakukan pertemuan dengan pimpinan DPR dan saya harapkan
konsisten dengan hasilnya,’’ kata SBY. Inflasi Masih Membayangi Presiden juga mengingatkan, meski secara umum perekonomian Indonesia meningkat, namun
tekanan inflasi masih diwaspadai sebagai ancaman utama. Presiden mengajak semua elemen
masyarakat untuk tetap memahami dinamika perekonomian global. ‘’Karena hampir pasti
dampaknya terasa baik langsung ataupun tak langsung, jangka pendek ataupun menengah,’’
katanya.
SBY lantas mengambil contoh apa yang masih terjadi di Eropa saat ini. Di mana angka pengangguran Amerika Serikat (AS) masih berkisar 9,1 persen dari jumlah penduduknya. Angka ini
diakui jauh di atas angka pengangguran di Indonesia. Sementara secara umum, negara-negara di
Asia masih dibayangi hal yang sama.
‘’Inflasi masih menghantui. Terjadi di India, Vietnam, Cina dan negara-negara lainnya. Inflasi
juga berpengaruh di negara kita. Keadaan pangan dunia menghadapi masalah baru di wilayah
Afrika pasti berpengaruh pada pangan kita,’’ kata SBY. Namun demikian SBY lantas mengaku, angka inflasi masih dalam batas-batas kewajaran dan
diprediksi belum terlalu menekan APBN. Sementara dalam catatan Badan Pusat Statistik (BPS),
beberapa target pemerintah diakui berjalan sesuai rencana.
‘’Ini yang mencatat BPS, bukan saya. Dari sisi pertumbuhan berjalan sesuai rencana,
pengangguran cenderung turun dan kemiskinan juga terus turun. Meski inflasi masih jadi
tantangan,’’ kata SBY. Sebagaimana diketahui, BPS mengumumkan inflasi Juni di luar prediksi, yakni tercatat 0,55 persen. Ini tercatat sebagai inflasi tertinggi dalam tahun ini.intr****

Tidak ada komentar:

Posting Komentar