Jumat, 22 Juli 2011

Pemprov DKI Berharap Masarakat Tak Suburkan Gepeng

JAKARTA,DKI Jakarta Kembali di serbu penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) Menjelang Bulan.Pemprov DKI pun berharap masyarakat tidak ikut menyuburkan
praktek gepeng di Ibukota. "Tentunya kita imbau warga masyarakat tidak menyuburkan
praktek seperti ini. Memberi sumbangan yang tidak pada tempatnya
berarti menyuburkan pengemis," ujar Kasatpol PP DKI Jakarta
Effendi Anas saat dihubungi detikcom, Kamis (21/7/2011). Menurut pria yang akrab disapa Efan ini, bila warga Ibukota ingin
beramal diminta untuk menyalurkan pada lembaga resmi. Memberi
pengemis, lanjut Efan bukan pilihan bijak. "Kan bisa disalurkan kepada lembaga-lembaga yang ada, atau panti asuhan, tempat ibadah dan
lainnya. Memberi kepada pengemis tidak akan mendidik, justru membuat pengemis akan semakin
banyak," terangnya. Saat ini Pemprov DKi sedang melakukan upaya persuasif untuk mencegah maraknya gepeng saat
bulan suci Ramadan. Upaya persuasif ini dilakukan sejak tanggal 20 Juni hingga 15 Juli mendatang.
Bila setelah itu masih ada pengemis maka Satpol PP DKI akan menertibkan dengan membawanya ke
Panti Sosial. "Kalau masih beroperasi juga setelah tahap pertama, maka akan kita bawa ke Panti Sosial. Dan mereka
akan berlebaran di sana," ujar Efan. Menurut Efan, para PMKS yang terjaring operasi setelah tanggal 15 Juli akan langsung di bawa ke
Panti sosial. Baru setelah lebaran mereka akan dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing. "Kita sudah berkordinasi dengan daerah-daerah seperti halnya tahun lalu. Mereka yang masih bandel,
terancam berlebaran di panti sosial, baru setelah itu kita pulangkan ke daerah asalnya masing-
masing," imbuhnya.detikcom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar