JAKARTA,Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD dan Ketua KPK Busyro Muqoddas diminta waspada menghadapi serangan balik koruptor. Pengamat sosial Hermawan Sulistiyo
mengandaikan, keduanya seperti orang yang melihat kebon binatang di kota besar. Binatang itu
merupakan pengandaian para koruptor. Awalnya terkagum-kagum melihat binatang buas, namun lupa bahwa kerangkengnya tidak
digembok dan dapat menerkam sewaktu-waktu. "Mahfud dan Busyro kan pemain daerah yang baru masuk sini. Hati-hatilah. Sekarang seperti masuk
ke kebon binatang, lihat singa-singa di kerangkeng. Padahal gemboknya entah kemana," kata
Hermawan disela-sela diskusi bertema 'Lanskap Polri di Pancaroba Politik' di Jakarta Media Center (JMC)
Jl Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (7/7/2011).
.
"Sewaktu-waktu, binatang itu bisa menerkam. Dia lupa kalau Jakarta ini hutan rimba belantara," tandas Hermawan. Hermawan menyatakan Nazarudin merupakan contoh nyata bagaimana pemain baru dapat menjadi
korban politik di Jakarta. "Nazarudin kan begitu. Awalnya dari daerah bukan siapa-siapa. Tapi yang diganggu kebon binatang.
Meski sudah ompong, namanya singa ya tetap saja singa," tukas sosiolog tersebut.detikcom
Tidak ada komentar:
Posting Komentar