JAKARTA,Rencana pengeboman yang dilakukan kelompok teror Bima, NTB bukan tanpa alasan. Mereka ingin membalas dendam karena penangkapan Ubaid oleh Densus 88. "Iya indikasi seperti itu memang iya (balas dendam). Sekarang benar telah terjadi penikaman, kedua
kita melihat ingin sejauh untuk apa dengan menyiapkan bahan peledak," kata Kabagpenum Polri
Kombes Pol Boy Rafli Amar di Jakarta, Sabtu (16/7/2011). Menurut Boy, anggota kelompok Bima memiliki keterkaitan dengan kelompok terorisme Aceh. Polisi
masih terus menyelidiki kaitan kelompok ini dengan jaringan Jamaah Ansaarut Tauhid (JAT). "Keterkaitan, dengan kelompok aceh, memang pernah ada anggota yang terlibat penyidikan, Aceh,
yang memberikan support dana dalam rangka kegiatan di aceh," jelasnya. Terkait pimpinan pondok pesantren Ustad Abror, Boy mengaku pihaknya masih melakukan
pemeriksaan. "Sementara masih diperiksa di Mataram. Diambil keterangan sebagai tersangka ada 6
plus Abrori, jadi totalnya 7," imbuhnya. Boy juga menjelaskan ledakan yang terjadi di pondok pesantren menyebabkan lubang yang cukup
besar. "Kita mendapatkan lubang diameter 21 cm di lokasi titik meledak," terangnya. Lutfi Haidaroh alias Ubaid telah divonis pengadilan. Ia diganjar 10 tahun bui karena terbukti mendanai
kegiatan militer Aceh. Ubaid adalah bendahara pelatihan teroris di Aceh.detikcom
Tidak ada komentar:
Posting Komentar