JAKARTA,Praktisi telematika Abimanyu "Abah" Wachjoewidajat mengatakan, cahaya terang yang berada di ruang kamar M Nazaruddin, tersangka
kasus dugaan suap proyek pembangunan wisma atlet SEA Games 2011, pada
wawancara melalui konferensi video Skype, Kamis (21/7/2011), janggal. Nazaruddin
diduga sengaja membentuk opini bahwa dirinya berada di negara yang memiliki
perbedaan waktu yang jauh dengan Indonesia. "Jelas terlihat bahwa bias cahaya begitu lebar. Itu menandakan sumber cahaya begitu dekat dengan
lubang jendela," kata Abimanyu kepada Kompas.com melalui surat elektronik, Sabtu (23/7/2011). Tak hanya itu, Abimanyu mengatakan, daya sinar yang diduga sinar matahari tersebut juga terlihat
pendek. Bias cahaya pada kamar terlihat hanya sepanjang sekitar 30 sentimeter. Padahal, bias sinar
matahari biasanya konsisten tajam hingga bermeter-meter. "Logika tersebut memberikan saya kesimpulan bahwa sinar terang tersebut hanya berasal dari
lampu yang memang mempunyai daya pijar, tetapi tidak mempunyai daya tembus cahaya. Di dunia
telematika, kami istilahkan dengan ANSI Lumens dengan satuan Lux," katanya. Abimanyu mengatakan, cahaya tersebut tidak dapat membuktikan lokasi keberadaan Nazaruddin
beserta waktunya. Abimanyu juga menyayangkan jika ada pihak-pihak yang sempat memberikan
pernyataan kepada media mengenai keberadaan Nazaruddin. Pernyataan tersebut dapat membuat
yang bersangkutan kembali berpindah ke tempat lain. Dosen mata kuliah Technopreneurship di UIN Syarif Hidayatullah ini juga menduga Nazaruddin
sengaja mengenakan topi etnis tertentu untuk mengesankan bahwa dirinya berada di suatu lokasi
tertentu. Topi tak bisa dijadikan petunjuk mengenai keberadaan Nazaruddin. "Dan, menurut pendapat saya, alasan dia mengenakan topi adalah untuk menutupi rambutnya yang
telah ditipiskan agar lebih mudah tersamar. Ini bisa jadi trik orang yang sedang dalam pelarian,"
katanya.kompas.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar