BALI,Tim Gegana Polda Bali berjibaku mengamankan benda mencurigakan di Konjen Australia. Namun setelah diperiksa,
kantong kain yang menggegerkan itu isinya hanya kaos kaki dan
potongan kain basah. "Hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik Polda Bali terhadap benda
yang menyerupai tas di Konjen Australia berisi gulungan kaos kaki
dan potongan kain yang lembab," kata Kabid Humas Polda Bali
Kombes Polisi Hariadi kepada detikcom, Kamis (14/7/2011). Hasil pemeriksaan tersebut mengakhiri spekulasi yang mewarnai penemuan kantong kain merah bertuliskan Air Asia yang mencurigakan tersebut. Sempat beredar
kabar di kalangan petugas kepolisian saat penemuan benda mencurigakan tersebut bahwa tas merah
tersebut berisi cairan kimia. Hariadi pun menyatakan tas tersebut hanya berisi cairan biasa yang tak mengandung bahan peledak.
"Isinya seperti air biasa atau cairan biasa," kata Hariadi pada sore hari kepada wartawan. Saking gegernya, penemuan benda mencurigakan tersebut mengakibatkan kawasan Konjen Australia
disterilisasi sampai sore hari. Pengguna jalan tidak diizinkan melintas di depan Konjen Australia di Jl
Mpu Tantular, Denpasar. Jalan ini pun ditutup dengan sebuah mobil patroli polisi. Petugas Laboratorium Forensik pun kembali datang ke Konjen Australia pada sore hari untuk
melakukan rekontruksi. Setelah diperiksa, ternyata kaos kaki dan potongan kain lembab tersebut diletakkan oleh Laki-laki
WN Australia bernama Lord Liam Thomas Oflynn (46) yang ingin mengurus paspor. Pria yang
berprofesi sebagai guru privat ini kabur dengan sepeda motor usai meletakkan kantong kain tersebut
di depan pos satpam Konjen Australia.detikcom
Tidak ada komentar:
Posting Komentar