JAKARTA, Sekretariat Gabungan (Setgab) Parpol Koalisi sebenarnya dapat berperan mempercepat proses pengesahaan RUU Pemilu sebagaimana yang diminta Presiden SBY. Tapi harus
ada kebesaran hati dua parpol terbesar anggotanya untuk menyamakan pandangan mengenai nilai
Parliamentary Treshold (PT) dengan para mitra koalisinya. "Kesepakatan di Setgab akan sangat memperlancar proses pengesahan di DPR," kata Ketua DPP PAN,
Bima Arya Sugiharto, kepada detikcom, Sabtu (25/6/2011). Masalahnya masing-masing parpol anggota Setgab memiliki pandangan berbeda-beda mengenai nilai
PT yang menjadi pangkal masalah tersendatnya pengesahan RUU Pemilu. Dua parpol terbesar
anggotanya, PD dan Golkar, bersikukuh dengan ambang batas minimal 5% yang dinilai terlalu tinggi
oleh mayoritas mitra koalisinya. Padahal bila di internal Setgab sudah tercapai kesepakatan, diyakini tarik ulur antar fraksi DPR nilai
minimal PT akan cepat tuntas. "Karenanya kita berharap Golkar dan PD mau berbesar hati untuk
paling tidak mendiskusikan masalah PT di setgab," sambung Bima. Mantan pengamat politik ini tidak sependapat bila masalah PT tidak memerlukan kesepakatan internal
Setgab. Menurutnya nilai PT yang akan menjadi patokan bagi parpol peserta Pemilu 2014 untuk
menempatkan politisnya di DPR, menyangkut tatanan berbangsa dan bernegara di masa mendatang
dan menyangkut eksistensi berbagai elemen bangsa. "Ini pesoalan visioner yang serius. Justru mengherankan bila tidak dibahas di internal Setgab,"
tegasnya. Di sisi lain, tercapainya kesepakatan nilai PT di internal Setgab juga bermanfaat bagi 'kesehatan'
setgab. Kecurigaan partai-partai menengah terhadap motivasi PD dan Golkar dibalik nilai 5% yang
diajukan akan dapat diredam. "Jangan sampai isu PT ini justru memecah Setgab. Perbedaan internal ini harus dikelola dengan
mengutamakan kepentingan jangka panjang yang lebih besar," wanti Bima.detikcom
Tidak ada komentar:
Posting Komentar