Selasa, 21 Juni 2011

Keluarga Ruyati Tetap Minta Jenazah Dipulangkan Ketanah Air

JAKARTA, Pihak keluarga terus mendesak pemerintah untuk dapat mengupayakan pemulangan jasad Ruyati ke Tanah Air. Meski pihak Kementerian Luar Negeri menyatakan kepada
sulit untuk menerbangkan jasad 'pahlawan devisa' itu ke Indonesia. "Saya meminta digali saja makam ibu saya, biar saya yang memakamkan ibu saya di rumah saya,"
tegas Een Nuraeni (35), putri sulung TKI Ruyati, usai demonstrasi di Kedubes Arab Saudi di MT
Haryono, Cawang, Jakarta Timur (21/6/2011). Menurut Een, keluarga tidak menyangka sang ibu nekat berangkat kerja ke luar negeri dengan
bantuan usia dimudakan 11 tahun. Pasalnya, keluarga sudah melarang keinginan sang ibu untuk
menjadi TKI di Arab. "Kepingin saya ditolak saja ibu saya, saya dan adik-adik saya sudah larang ibu supaya enggak
berangkat ke Arab," kata Een. "Cucu ibu sudah banyak, lebih baik ibu ngurus cucu-cucunya saja," imbuh Een yang tidak berhenti
terisak tangis. Een masih ingat betul terakhir kali ibunya berbincang dengan dirinya dan adik-adiknya. Kontak
terakhir itu berlangsung 31 Desember 2010. Dalam perbincangan via telepon itu, sang ibu berjanji akan mengirimkan uang kepada keluarga di
Indonesia, setelah adanya keinginan dari majikan Ruyati untuk membayar 7 bulan gaji yang tidak
kunjung dibayarkan. "Ibi pernah bilang kalau minta uang ke majikan susah, disuruh pulang enggak bisa karena harus
sesuai kontrak," tutur Een. Selain berjanji akan mengirimkan uang, Ruyati berpesan kepada anak-anaknya untuk saling rukun.
"Itu pesan terakhir yang selalu ibu sampaikan dan saya ingat," ujarnya.detiknews.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar