Kamis, 23 Juni 2011
JK:Moratorium Tiadak Akan Timbulkan Ledakan Pengangguran
JAKARTA, Mantan Wapres, Jusuf Kalla menyetujui adanya penghentian sementara (moratorium) pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke Arab Saudi. JK yakin, moratorium tidak
akan menimbulkan ledakan pengangguran. "Tidak akan (timbulkan pengangguran). Jangan lupa, kita ngirim TKW itu 20 tahun yang lalu. Saat itu,
income per kapita kita di bawah 1.000 (US Dollar). Tapi sekarang kan sudah 3 ribu (US Dollar)," kata JK
usai menghadiri bedah buku 'Cerita Azra' karangan Andina Dwi Fatma di Hotel Nikko, Jl Jenderal
Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (23/6/2011). "Jadi sekarang gini, mengapa TKW itu ada, karena di Jawa, tanah pertanian hanya tersisa seperempat
hektar untuk keluarga dua orang. Kalau satu keluarga lima orang, berarti 3 orang lagi harus cari di
luar," lanjutnya. Agar tidak menimbulkan ledakan angka pengangguran dari ketidaktersediaannya lapangan
pekerjaan, maka pemerintah harus menumbuhkan sektor industri dan kerajinan tangan. "Saya yakin,
kalau bidang tersebut ditambah, hal tersebut tidak akan terjadi," katanya. Menurutnya, bekerja di luar negeri saat ini tidak semenarik dahulu. Pasalnya, gaji yang diperoleh TKW
saat ini lebih sedikit dibanding sebelumnya. "Dulu TKW bisa mendapat 4 kali lipat dari UMR (Upah Minimum Regional), sekarang paling hanya satu
setengah kali saja," ujar JK. Lebih jauh, JK menyetujui adanya moratorium tersebut. Menurutnya, pemerintah sudah saatnya
menghentikan pengiriman TKI dalam jangka waktu tertentu, menilik dari persoalan-persoalan
terhadap TKI. "Memang harus ada penghentian dalam kurun waktu tertentu. Saya juga pernah menyampaikan
kalau dalam lima sampai sepuluh tahun ke depan, pengiriman TKW yang pembantu rumah tangga
sudah waktunya dihentikan," tutupnya.detiknews.com
Label:Pendidikan,Politik,Nasional,
NASIONAL
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar