Selasa, 28 Juni 2011

Makamah Internasional Keluarkan Perintah Penangkapan Khadafi


TRIPOLI,Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court/ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan bagi
pemimpin Libya, Muammar Khadafi. Putusan ini dikeluarkan sejak
Senin (27/6) ini di markas besar ICC di Den Haag, Belanda. Pengadilan akhirnya mengabulkan permohonan surat penangkapan
Khadafi tersebut, bersama dengan anaknya, Saif al-Islam dan
pemimpin intelijen Libya, Abdullah al-Senussi, atas tuduhan
kejahatan terhadap kemanusian. Jaksa ICC mendakwa mereka terlibat dalam pembunuhan para demonstran yang menentang kepemimpinan Khadafi selama 41
tahun. Demikian tercantum dalam keputusan ICC ini dibacakan oleh Hakim Sanji Mmasenono Monageng,
seperti dilansir Reuters, Senin (27/6/2011) waktu setempat. Dalam keputusan ICC, Khadafi disebut
memiliki kekuasaan yang absolut, final dan tak terbantahkan atas aparat dan pasukan keamanan
Libya. Baik Khadafi maupun Saif al-Islam dinilai sebagai pihak yang paling memahami dan yang merancang
rencana untuk menghalangi dan menumpas masyarakat sipil yang ikut aksi demonstrasi besar-
besaran menentang Khadafi di Libya. Sedangkan al-Senussi dinilai menggunakan kedudukannya
untuk melakukan serangan terhadap para demonstran. Menurut keputusan tersebut, para hakim praperadilan di Den Haag menemukan dugaan bahwa ketiga
orang tersebut melakukan kejahatan seperti yang dimaksud. Oleh karena itu, penangkapan
ketiganya perlu dilakukan demi memastikan kehadiran mereka di pengadilan kelak. Para hakim tersebut juga meyakini bahwa perintah penangkapan dikeluarkan untuk memastikan agar
ketiga orang tersebut tidak terus mengganggu dan membahayakan penyelidikan pengadilan. Selain
itu, juga untuk mencegah mereka menggunakan kekuasaan mereka untuk terus melakukan
kejahatan kemanusiaan di bawah yurisdiksi pengadilan. Pemerintah Khadafi sendiri sebenarnya telah membantah tuduhan bahwa pasukannya sengaja
mentargetkan serangan ke masyarakat sipil. Mereka justru menuduh pesawat-pesawat tempur NATO
yang melancarkan serangan kepada para demonstran. Sementara itu di negara tetangga Libya, Tunisia, tiga orang menteri rezim Khadafi termasuk Menteri
Luar Negeri tengah melakukan pembicaraan dengan pihak-pihak asing. Kemungkinan besar mereka
tengah melobi orang dekat Khadafi untuk mencari penyelesaian. Sedangkan pasukan anti-Khadafi yang ada di Libya dilaporkan tengah mendekati ibukota Tripoli
untuk berupaya menggulingkan Khadafi. Langkah ini merupakan terobosan besar bagi mereka
sepanjang upaya perlawanan terhadap rezim Khadafi karena mereka telah menempuh jarak sejauh 30
km untuk mendekati markas Khadafi.detikcom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar