Rabu, 15 Juni 2011

Tiga Titik Macet Akibat Akses Pelaza Semanggi

JAKARTA,Polisi memastikan tidak memberi izin pembukaan separator MCB (Moveable Concrete Block) di depan Plaza Semanggi, Jakarta. Sebab, bila dibuka, bakal menimbulkan tiga titik kemacetan di
Jalan Gatot Subroto dan sekitarnya. Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Royke Lumowa, menjelaskan tiga titik macet itu
adalah jalur dari Slipi ke arah timur atau Cawang. Kemudian, kendaraan dari arah Bundaran HI menuju
pintu masuk Tol Semanggi di Jalan Gatot Subroto. Selanjutnya, kendaraan dari arah Slipi mengarah ke
Plaza Semanggi. "Kalau itu semua bertemu akan menimbulkan kemacetan," ujar Royke kemarin malam. Menurutnya, meski kendaraan yang masuk ke Plaza Semanggi dari arah Slipi tidak banyak, namun
dapat menghambat lalulintas hingga ke Slipi. "Dia mengambil jalur melintang mungkin dalam hitungan
detik saja, tapi itu akan membuat kendaraan di belakangnya mengantre dan akan mengular ke
belakangnya," jelas Royke. Selain itu, kendaraan yang memotong separator untuk mengarah ke Plaza Semanggi, juga dapat
menghambat lalulintas dari Bundaran HI ke Cawang. "Di situ juga akan menghambat hingga ke jaluar
lambat Jalan Jenderal Sudirman," ucapnya. Dia berharap, pihak veteran memahami konflik kemacetan
akibat dibukanya separator MCB yang melintang di Jalan Gatot Subroto itu. Jalan Tembus Kepala Humas Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), A Azis M, mengatakan sebenarnya mereka
tidak keberatan adanya penutupan. Namun, pihaknya meminta dinas perhubungan membangun jalan
tembus ke markas LVRI, yang satu kompleks dengan Plaza Semanggi. "Kami minta pemprov DKI membangun jalan tembus," ujar Azis. Dengan demikian, lanjut Azis, akses
masuk bagi para pengunjung pusat pembelanjaan Plaza Semanggi dan pihaknya menjadi lebih mudah. Selama ini, kata dia, para veteran harus memutar cukup jauh untuk bisa masuk ke gedung. Meski
dirinya tidak menampik adanya kemacetan. Tetapi, veteran meminta pemprov juga adil. Seandainya
memang ditutup maka dengan sistem buka tutup. "Karena, masih banyak masyarakat yang
membutuhkan akses itu," ujarnya lagi. Seperti diketahui, separator itu dibongkar paksa para veteran pada Kamis 26 Mei 2011. Aksi tersebut
kemudian dilanjutkan kembali pada hari Senin 30 Mei 2011, dengan menyembunyikan portal
sebanyak 20 buah. Pemasangan separator ini sebenarnya sudah dilakukan sejak September 2010.
Ketika itu, Dishub DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya tengah mengatur kepadatan lalulintas yang
terjadi di Semanggi. Kemacetan di sekitar Plaza Semanggi disebabkan lalulintas kendaraan dari arah Grogol memotong arus
kendaraan dari arah Sudirman yang akan masuk ke Jalan Gatot Subroto.vivanews.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar