JAKARTA,Een Nuraeni, puteri Ruyati, tak sanggup menahan tangis kala mendengar kabar ibunya telah tewas
dipancung di Arab Saudi. Apalagi pihak keluarga tidak mendapat
informasi apa pun menjelang detik-detik eksekusi Ruyati. "Kami menjawab dengan air mata, Mbak. Dibilang Kemlu katanya ibu
sudah nggak ada kemarin. Katanya sudah dimakamkan di Makkah,"
kata Een saat dihubungi detikcom, Minggu (19/6/2011) sambil
tersedu. Suara Een terdengar lemah dan bergetar di sela-sela seduan tangisnya. Setiap pertanyaan dijawab
dengan isakan penuh duka sehingga jawabannya tidak terlalu jelas. Apa yang akan dilakukan pihak keluarga? "Nanti kami bicarakan dulu dengan Migrant Care. Kami juga
akan ke Kemlu, tapi akan dibicarakan dulu," ucapnya. Ruyati telah dieksekusi di Arab Saudi pada hari Sabtu kemarin atas vonis terhadap pembunuhan
seorang perempuan Arab Saudi. "Pahlawan devisa" itu dilaporkan telah mengakui perbuatan yang
dilakukannya pada awal 2010 lalu itu. Ia disebut melakukan aksinya dengan menggunakan sebilah
golok. Amnesty Internasional mengutuk penggunaan hukuman pancung di Arab Saudi dan meminta negara
yang kaya akan minyak tersebut untuk menghentikan kebijakannya tersebut. Dengan pemancungan
Ruyati, jumlah orang yang dihukum pancung di Saudi hingga hari ini telah mencapai 28 orang.detiknews.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar