Sabtu, 18 Juni 2011
BBM Mahal Dan Langka, Nelayan Tak Melaut
LAMPUNG,Ratusan nelayan di beberapa kabupaten di Lampung berhenti melaut dalam beberapa hari terakhir karena mahalnya harga bahan bakar minyak (BBM). Menurut pantauan VIVAnews, ratusan
nelayan di Kabupaten Lampung Timur dan Pesawaran Lampung berhenti melaut karena pasokan BBM,
terutama bensin, sangat langka. Hal itu menyebabkan harganya pun melambung tinggi. Menurut Romli, salah seorang nelayan, harga bensin eceran di Kecamatan Punduh Pidada dan Padang
cermin, Pesawaran mencapai Rp15.000 per liter. Bahkan, beberapa hari lalu, bensin dan solar eceran
mencapai harga tertinggi Rp25.000 per liter. “Kami para nelayan merasa sangat kesulitan sehingga kami berhenti melaut. Modalnya besar, hasilnya belum tentu, ” kata Romli. Menurut dia, sebagian besar nelayan beralih profesi menjadi buruh kebun, bangunan, atau kerja
serabutan lain. Kondisi ini sudah terjadi beberapa hari belakangan. “Anak-anak harus tetap makan. Kalau tidak cari pekerjaan lain, bagaimana bisa makan," ujar Romli, sedih. Kondisi ini, masih menurut Romli, diperparah dengan pompa bensin yang hanya mau menjual kepada
tambak-tambak udang di sekitar sana. Hal ini, karena tambak-tambak udang membeli bensin dan solar
jauh dari harga normal, yakni Rp8.000 per liter. Selain itu, kesulitan dan kelangkaan mendapatkan BBM juga dirasakan nelayan di Labuhan Maringgai,
Kabupaten Lampung Timur. Di sana untuk mendapatkan BBM, nelayan harus menunggu lebih dari
sebulan. Parahnya kebutuhan kapal nelayan yang biasanya mencapai 4.000 liter untuk 10 hari melaut,
dibatasi menjadi 100 liter per kapal. Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Kalianda dan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan. Walau
dekat dengan pelabuhan, warga dan nelayan harus antre berjam-jam untuk hanya mendapatkan dua
jeriken solar. Sayangnya, kondisi kelangkaan BBM yang sedemikian parah di berbagai wilayah di Lampung belum
ditanggapi maksimal para pejabat yang berwenang. Kepala Biro Perekonomian Lampung, Nurdin Sifrizal, bahkan belum mengetahui kondisi tersebut karena
belum ada laporan. Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Lampung, Affan Erie Yahya juga demikian,
“belum tahu laporannya." Ditempat terpisah, Kapolda Lampung, Sulistyo Ishak mengatakan akan menindak tegas para spekulan
BBM yang memanfaatkan kondisi kelangkaan di berbagai wilayah di Lampung ini. “Saya tidak akan beri toleransi apapun pada para spekulan, termasuk jika ada oknum petugas yang melindunginya, ” katanya. (Laporan: Andry Kurniawan, Lampung) .vivanews.com
Label:Pendidikan,Politik,Nasional,
BISNIS
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar