MEDAN,15 Anggota Batalyon Infanteri (Yonif) 134/Tuah Sakti yang diduga terlibat kasus penganiayaan Prada Agiopan Effendi, dibawa ke Medan. Mereka dibawa ke markas Polisi Militer Daerah Militer (Pomdam) I Bukit Barisan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Mereka diberangkatkan dengan pesawat Lion Air JT 971 dari Bandara Hang Nadim, Batam dan tiba di Bandara Polonia, Medan, sekitar pukul 12.20 WIB, Selasa (21/6/2011). Setidaknya empat personel polisi militer mengawal selama perjalanan.
"Begitu turun dari pesawat, para personel yang menggunakan seragam loreng tersebut, langsung masuk ke mobil tahanan Polisi Militer Angkatan Darat," kata salah seorang petugas bandara.
Seterusnya mereka dibawa ke markas Pomdam I/Bukit Barisan di Jl Sena, Medan. Sejauh ini belum ada keterangan dari Kodam I Bukit Barisan tentang pemeriksaan para tersangka.
Seperti diberitakan, Prada Agiopan yang bertugas di Kompi C Yonif 134/Tuah Sakti di Natuna, diduga tewas karena 'tindakan' berlebihan yang dilakukan senior dan komandan kompinya. Dalam kasus ini, 16 personel, yakni satu komandan kompi dan 15 senior lainnya diduga terlibat.detiknews.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar